Cara Lengkap Isi Pulsa Online AXIS Secara Simple

Belum lama ini, Axis diakuisisi oleh provider XL. Keduanya terus bersinergi untuk memberikan pelayanan terbaik untuk para pelanggannya. Sebagai salah satu provider terbesar di Indonesia, Axis terus berupaya agar para pelanggan mendapatkan layanan yang memuaskan dengan harga terjangkau, sesuai dengan slogan yang digaungkan selama ini: Axis itu irit.

Saat ini, ada 2 cara isi ulang pulsa, yaitu secara offline dan online. Dengan cara offline, kita bisa datang langsung ke counter penjualan pulsa terdekat. Sedangkan, secara online, yang bisa dilakukan untuk isi ulang pulsa Axis secara simple dan mudah adalah:

1. Isi Pulsa Online Axis Pada Situs Resmi Kudo.co.id
Transaksi top up pulsa via media online memang mudah. Dealer penyedia top up online juga menjamur. Akan tetapi, tak dipungkiri, ada beberapa dealer top up pulsa online yang 'nakal'. Tentu hal ini membuat pelanggan was-was dengan keamanan uangnya.

isi ulang pulsa di kudo
kudo.co.id

Untuk membedakan dealer pulsa yang terpercaya dengan dealer pulsa abal-abal, Anda bisa lihat testimoni website penjualan pulsa online tersebut tersebut. Tak hanya itu, penyedia top up pulsa online pasti mencantumkan alamat dan nomor telpon yang bisa dihubungi. Jika Anda belum yakin, silahkan dipastikan keamanannya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk bertransaksi.

2. Isi Pulsa Kartu Perdana Axis Melalui M-Banking, ATM dan Internet Banking
Saat ini, hampir semua bank di Indonesia menyediakan layanan m-banking atau Internet Banking demi kemudahan transaksi, termasuk untuk pengisian pulsa. Dengan begitu, semakin mudah Anda untuk mengisi pulsa melalui fitur yang disediakan oleh bank tersebut. Jika Anda belum sepenuhnya paham dengan fitur ini, silahkan hubungi bank terkait agar Anda dapat menikmati layanan ini. Selama saldo Anda mencukupi dan sinyal internet baik, rasanya tak ada masalah dengan pengisian ulang pulsa Axis melalui cara ini.

Itulah kedua tips beli pulsa online 24 jam Axis secara simple dan mudah. Pilih mana yang Anda rasa paling mudah. Selain cara di atas, seperti telah disebutkan tadi, Anda juga bisa melalkukan top up pulsa secara offline, di antaranya dengan membeli voucher fisik perdana Axis. Cukup ketik *123*kodevoucher# kemudian dial call. Pulsa akan otomatis terisi sesuai nominal yang tertera di voucher yang Anda beli.

Rekomendasi Tempat Wisata di Bukittinggi yang Bisa Kamu Kunjungi

Jika berencana berkunjung ke Sumatera Barat, jangan lupa masukkan kota Bukittinggi ke daftar itenary kamu.  Karena, kota yang pernah menjadi ibu kota Republik Indonesia ini mempunyai banyak sekali tempat yang wajib dijadikan destinasi wisata.

Kota Bukittinggi terletak pada ketinggian kurang lebih 900 mdpl. Sehingga, kota yang bernama Fort de Kock pada zaman kolonial Belanda ini mempunyai iklim yang sejuk, berkisar antara 16-23 derajat celcius.

Ada banyak moda transportasi yang bisa digunakan menuju kota kelahiran salah satu Bapak Proklamator kita, Mohammad Hatta, ini. Melalui jalur udara, kamu bisa mendarat di Bandara International Minangkabau di Padang. Kenapa mendarat di Padang? Karena Bukittinggi belum memiliki bandara sendiri. Dari bandara ke Bukittinggi atau sebaliknya, kamu bisa memanfaatkan transportasi darat. Beberapa pilihan transportasi darat yang tersedia di antaranya: taksi, bus, angkutan kota, jasa travel, hingga ojek sepeda motor.

Berikut beberapa tempat wisata yang bisa kamu kunjungi saat berada di Bukittinggi:

Jam gadang
Jam Gadang merupakan landmark Kota Bukittinggi. Terletak di pusat kota, sehingga mudah dicapai dari mana pun. Jam raksasa yang dibangun pada tahun 1926 ini mempunyai daya tarik yang luar biasa. Banyak orang menghabiskan akhir pekan di lokasi yang menjadi simbol khas Kota Bukittinggi ini.

Selain itu, jam ini juga memiliki keunikan tersendiri. Jika angka “4” romawi pada umumnya ditulis dengan “IV”, maka, pada Jam Gadang angka 4 ditulis dengan “IIII”. Hingga sekarang, penulisan ini masih menjadi misteri.

Jam Gadang Bukittinggi
Jam Gadang via indonesiakaya.com

Dengan menggunakan angkutan umum, kamu bisa mencapai lokasi ini selama 2 jam perjalanan dari Kota Padang.

Benteng Fort de Kock
Benteng yang awalnya bernama Sterrenschans ini merupakan benteng peninggalan Belanda. Dibangun pada tahun 1825. Penggantian nama Benteng Sterrenschans menjadi Benteng Fort de Kock dicetuskan salah satu tokoh militer Belanda, Hendrik Merkus de Kock. Beberapa tahun kemudian, kota di sekitar benteng ini berkembang lalu diberi nama Fort de Kock, lalu menjadi Kota Bukittinggi hingga sekarang.

Benteng Fort de Kock, wisata Bukittinggi
Benteng Fort de Kock via wikipedia.org

Benteng Fort de Kock terletak tak jauh dari Jam Gadang. Wisatawan bisa menjangkaunya hanya dengan jalan kaki.

Air Terjun Lembah Anai
Air Terjun Lembah Anai  terletak di pinggir jalan yang menghubungkan Padang dan Bukittinggi. Apabila perjalanan kamu menuju Bukittinggi dimulai dari Kota Padang, maka kemungkinan besar tidak akan melewatkan surga dunia ini. Air terjun ini terletak di Lembah Anai, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar.

Air Terjun Lembah Anai via lihat.co.id

Dari Kota Padang, lokasi air terjun ini bisa ditempuh selama 1 jam perjalanan menggunakan angkutan umum. Atau bisa juga menggunakan kereta api wisata sebagai alternatif.

Ngarai Sianok
Ngarai Sianok adalah sebuah lembah sempit yang dikelilingi oleh bukit-bukit bertebing curam. Mempunyai kedalaman 100 meter dan membentang sepanjang 15 km dengan lebar 200 meter. Kawasan ini juga disebut dengan Lembah Pendiam, karena memiliki suasana yang tenang, didudukung dengan udara bersih dan sejuk serta diiringi kicauan burung dan gemericik air sungai yang masih asri.

Ngarai Sianok Bukittinggi
Ngarai Sianok via pegipegi.com

Lobang Jepang
Lobang yang menyerupai goa berdiameter 2 meter ini merupakan bunker peninggalan Jepang pada masa penjajahan. Terletak di Bukit Sianok, konon, tempat ini merupakan basis pertahanan Jepang pada Perang Dunia II. Terdapat ruang-ruang khusus sebagai ruang pengintaian, penyergapan, hingga ruang penjara yang sekaligus sebagai ruang penyiksaan. Konon, pembunuhan tahanan dengan cara dicincang, kemudian disiram dengan air panas dan garam. Aw!

Lobang Jepang Bukittinggi
Lobang Jepang via kaskus.com

Dari Kota Padang, perjalanan menuju lokasi ini bisa ditempuh selama kurang lebih 2 jam menggunakan angkutan umum.

Untuk menginap di Kota Bukittinggi, kamu bisa memanfaatkan hotel atau homestay yang tersedia. Pastikan tempat penginapan yang kamu pilih sesuai dengan budget yang kamu sediakan.

Daripada nggak bisa pulang.

Skandal

Skandal

Melanie menangis penuh sesal, memegang erat selimut berwarna putih yang membalut tubuhnya.

“Bajingan kamu, Bram! Kamu lelaki bangsat!”

“Aku bisa jelaskan semua, Mel”

"Kamu bilang cuma petting, kenapa bisa sampai sejauh ini, hah?!”

"...."

"Aku rasa, kita sudahi saja perselingkuhan ini, Bram!"

BRAKK!!

"Kalian semua biadab!"

Burhan muncul sesaat setelah mendobrak pintu kamar kemudian secara membabi buta menembaki keduanya dengan pistol air.


CUT!

Jumat di Masjid "Merdeka"

“Makanya mak, jangan pilih Jokowi. Sekarang kita sendiri kan yang susah? Dulu mah enak, jualan di Monas aja kagak ada yang ngusir. Sekarang, jualan kopi di masjid gini masih harus main kucing-kucingan sama petugas keamanan.”

“Emak mah, dulu golput, nggak milih siapa-siapa.”

“Ya gini deh, kalo punya pemimpin kafir. Ahok kan kafir!”

--

Siang itu, usai shalat Jumat, saya bergegas meninggalkan masjid karena tidak menemukan tempat untuk mengisi baterai HP (syukur-syukur bisa sambil tiduran) di dalam, hehe.  Tak disangka, ternyata di luar ada tempat khusus untuk ngecas. Di sana lah saya mendengar percakapan antara 3 pedagang asongan di atas, setelah sebelumnya memesan kopi dari salah satu pedagang tersebut.

Tempat Isi Ulang Baterai di Masjid Istiqlal
Surganya pemburu colokan

Ini pertama kali saya ke masjid Istiqlal. Masjid yang berarti “merdeka” ini saya datangi dengan tujuan untuk shalat Jumat. Bukan riya’, ini karena saya tidak tahu ingin menulis apa lagi di blog ini, hehe.

Saya tiba pukul 11 lebih, jumlah sepeda motor di parkiran masih sangat sedikit. Saya pikir sistem parkir sudah menggunakan sistem parkir elektronik, ternyata tidak. Ini sedikit menimbulkan kecemasan pada keamanan motor, karena tidak ada pemeriksaan STNK sebelum meninggalkan area masjid. Tapi ada enaknya juga sih, mau berapa lama parkir di situ, bayarnya (lebih tepat disebut infaq, seperti yang tertulis di karcis) tetap sama, Rp. 2000.

Sepanjang jalan dari parkiran ke pintu masuk masjid, banyak sekali orang menawarkan plastik pembungkus alas kaki. “Seikhlasnya,” jawab si penjual ketika saya tanya berapa saya harus bayar. Pengurus masjid mewajibkan pengunjung untuk menitipkan alas kaki (tidak harus dibungkus plastik) dan barang bawaan di tempat penempatan barang. Tapi masih banyak juga yang membawa tas ke dalam.

Tema khutbah kala itu adalah tentang Hari Qurban. Sebelum khutbah dimulai, saya sempat memperhatikan orang-orang sekitar. Daya tarik arsitektur masjid ini ternyata mampu membuat bapak-bapak berkumis serta berjenggot untuk berselfie ria dengan latar belakang bagian dalam kubah masjid yang disorot lampu dengan berbagai warna dan arah.

Selama khutbah berlangsung, saya kurang memperhatikan kata-kata dari khatib, karena memang cara menyampaikannya tidak menarik. Rasanya seperti mendengarkan orang membaca buku yang kurang menguasai penggunaan tanda baca. Agak menjemukan.

Usai shalat Jumat, para jamaah dihimbau agar tidak meninggalkan tempat terlebih dahulu untuk menyaksikan penyerahan hewan kurban secara simbolis dari sebuah yayasan dari Turki kepada pengurus masjid Istiqlal. Sebagai pria yang sebulan terakhir punya waktu luang lebih banyak dari biasanya, saya pun menyaksikan prosesi ini.

Dari kejauhan, saya melihat kilat lampu handphone dan kamera profesional menghujani perwakilan yayasan dan pengurus masjid tersebut dari berbagai penjuru. Untuk beberapa saat, orang-orang dari Turki itu mungkin merasa seperti selebritas, hehe. Kenapa ya kebanyakan orang Indonesia suka sekali mengabadikan apa saja yang dilihatnya? Hmm.

Tak lama, saya meninggalkan masjid berkapasitas 120.000 jamaah yang diarsiteki oleh Frederich Silaban, seorang Kristen Protestan (Wikipedia), untuk mencari tempat untuk mengisi baterai handphone.

renggo pranoto, renggo starr
NO PICT = HOAX

Sidang Jessica dan Film India

Semua orang yang punya TV pasti tau perihal sidang kasus pembunuhan menggunakan kopi bersianida ini. Korban meninggal bernama Mirna setelah minum kopi Vietnam yang dipesan oleh Jessica di kafe Olivier, Grand Indonesia pada 6 Januari 2016 yang lalu. Jaksa penuntut umum mendakwa Jessica dengan tuduhan pembunuhan berencana (kompas.com).

Walaupun mereka ‘bukan siapa-siapa’, nyatanya sidang ini mampu menarik perhatian para pewarta. Hampir semua stasiun TV swasta menayangkan proses persidangan ini, beberapa bahkan menayangkan secara langsung. Olimpiade Rio aja kalah, nih.

Terakhir saya lihat berita, Otto Hasibuan (pengacara Jessica) menolak bukti berupa rekaman CCTV. Dia menganggap bahwa rekaman tersebut bukan bukti asli karena telah mengalami modifikasi. Sebelumnya, menurut saksi ahli, video tersebut memang harus (kalau nggak salah) dinaikkan resolusinya, biar pas di-zoom in nggak nge-blur. 
--

Saya jadi inget sama film India, judulnya Drishyam. Film ini menceritakan tentang pembunuhan nggak sengaja yang dilakukan oleh Anju kepada Sam.

Pembunuhan bermula ketika Anju kemah bersama teman-teman sekolahnya, termasuk Sam. Suatu waktu, Anju mandi di kali (emang di India nggak ada toilet umum, ya?). Dasar bad boy, Sam pun mengabadikan lekuk tubuh Anju ketika melakukan kegiatan tanpa busana ini dengan ponselnya.
Hasil rekaman ini digunakan Sam untuk memeras Anju agar mau melakukan apa pun yang diinginkannya.

Suatu malam, sesuai janji, mereka bertemu di gudang belakang rumah Anju untuk melakukan hal “apa pun” tersebut. Belum sempet ngapa-ngapain, muncul ibunya Anju. Beliau memohon agar video rekaman tersebut dihapus. Namun Sam menolaknya mentah-mentah.

Merasa harga diri keluarga terancam, Anju memukul kepala Sam dengan besi yang terbilang kecil ketika Sam sedang lengah. Anehnya, Sam langsung meninggal meninggal. Anju dan ibunya panik. Ayahnya nggak bisa ditelepon karena sedang asik nonton film di tempat kerjanya.

Yha, nonton film. Ngeselin nggak, sih?!

Keesokan paginya, ayah Anju yang bernama Vijay (tapi bukan seorang inspektur, melainkan tukang service TV kabel yang hobinya nonton film) pulang dari tempat kerja. Dia terkaget-kaget mendapati anak dan istrinya menangis dan saling berpelukan, menunjukkan kekhawatiran yang amat sangat.

Sidang pembunuhan Mirna. Sidang Jessica. Film India. Sinopsis Film Drishyam.

Setelah tau gimana kronologi kejadiannya, Vijay langsung berpikir gimana cara untuk ‘menyelamatkan’ anaknya. Mau gimana pun, Anju tak ada niat untuk membunuh. Seandainya Sam nggak dibunuh pun, gimana nasib anak dan harga diri keluarganya? Begitulah kira-kira yang ada di otak Vijay.

Walau pun nggak lulus SD, nyatanya Vijay adalah orang yang cerdas. Melalui film-film yang sering ditontonnya, dia menerapkan ilmu “cocoklogi” yang didapat dari film-film tersebut. Dia tau betul bahwa seseorang dinyatakan bersalah hanya jika secara hukum membuktikan hal tersebut atau sang pelaku mengakuinya. Kecerdasan Vijay terlihat dari bagaimana dia menyingkirkan bukti yang mengarah kepada anaknya.

Cara ngilangin buktinya gimana? Tonton aja sendiri. Pokoknya, sampai film berakhir pihak kepolisian gagal membuktikan Anju sebagai pembunuh Sam.
--

Kembali ke persidangan Jessica.

Misalnya (ini cuma misal) Jessica memang pembunuh Mirna tetapi secara hukum nggak terbukti, gimana? Dan sebaliknya, misal Jessica bukan pembunuh Mirna tapi di persidangan “terbukti”, gimana?

Repot juga ya jadi penegak hukum? Ini menyangkut nyawa manusia, lho.

Oya, pelajaran yang bisa diambil dari film Drishyam adalah: jangan suka ngintip orang mandi di kali. Salah-salah bisa mati!

Bikin Casing HP Custom, Ciptaloka.com Tempatnya

Saat ini, kayaknya handphone udah jadi kebutuhan primer ke empat selain sandang, pangan dan... casan. Karena saking pentingnya nih, pada beberapa kasus, orang lebih rela ketinggalan pesawat daripada ketinggalan HP, heheh.

Kalau nggak boleh disebut kebutuhan pokok, sebutlah HP sebagai barang kesayangan. Yang namanya barang kesayangan, tentu harus diperlakukan dengan baik, dong? Misal 'dikasih makan' dengan paket internet yang kenceng, dikasih screen protector biar layar nggak tergores, sampai dibikinin casing custom biar si HP semakin cihuy. Nah, untuk pembuatan custom casing ini, kamu bisa coba di Ciptaloka.com.

Apa sih Ciptaloka.com?

Dikutip dari situs resminya, Ciptaloka.com adalah sebuah situs "Print on Demand" yang menyediakan layanan untuk mencetak gambar secara custom di berbagai macam media, seperti T-Shirt, Casing Handphone (Iphone, Samsung, dll), Mug, Poster, Kanvas, dan banyak produk lainnya.

Contoh casing custom

Selain casing HP custom, di Ciptaloka.com kamu bisa membuat barang custom seperti yang telah disebutin di atas. Nah, pada kesempatan ini, saya bakal ngomongin soal casing custom HP dulu. Untuk barang yang lain Insya Allah menyusul. *ngarep

Kenapa di Ciptaloka.com?

Karena Ciptaloka.com menggunakan online editor yang sangat praktis. Di online editor ini, kamu bisa menyisipkan teks, gambar/foto, clip art atau kombinasi dari ketiganya. Jadi, jangan khawatir bagi kamu yang kurang menguasai design grafis.

Untuk kualitas dan pengerjaannya gimana?

Produk akan dicetak menggunakan teknologi digital printing terkini dengan jaminan kualitas terbaik. Pesanan bakal dikerjain dan dikirim dalam waktu 1-3 hari kerja aja.

Berikut ini tutorial membuat casing custom seperti pada gambar di atas:

1. Buka ciptaloka.com, kemudian pilih CASING HP



2. Pilih merk dan tipe HP

Pilih merk

Pilih tipe kemudian klik Mulai Desain

3. Berikut ini adalah tampilan online editor pada Ciptaloka.com. Pastikan jenis casing dan material yang kamu pilih sudah tepat. Kemudian pilih warna casing yang kamu inginkan. 

Di sini, kamu bisa menambahkan gambar/foto, teks dan clip art. Pada contoh ini, saya menggunakan clip art.

4. Pilih kategori clip art, atau masukkan kata kunci di kolom pencarian.

Saya menggunakan wayang

5. Sesuaikan ukuran dan posisi serta warna.


6. Untuk mempercantik clip art, saya menggunakan Overlay. Banyak banget Overlay yang udah disediain, silahkan pilih sesuai keinginan kamu. 

7. Kalau desain udah selesai, klik 'Masukkan Keranjang Belanja'. Kemudian pastiin lagi kalau casing yang kamu bikin udah bener.

8. Klik 'Selesai Berbelanja' lalu isi informasi dan alamat pengiriman. Lakukan pembayaran dan jangan lupa konfirmasi. Tunggu kedatangan casing custom kamu dalam 2-3 hari aja.

Mudah bukan?


Ciptaloka.com
SMS: (0878) 258 44366
Telepon: (022) 522 5766
Email: cs@ciptaloka.com
Pin BB: D0BDDAC7

"Sabtu Bersama Bapak" Film Adaptasi dari Novel?

Film-film Indonesia lumayan banyak yang dirilis pada lebaran tahun ini. Ada Rudy Habibie, ILY From 38000 FT, Koala Kumal, Jilbab Traveler, dan Sabtu Bersama Bapak. Nah, kemarin saya baru aja nonton yang terakhir disebut.

Walaupun judulnya mengandung kata "Sabtu", hal ini tak lantas mempengaruhi alam bawah sadar untuk menyaksikan film ini pada hari yang sama. Hari itu, Rabu (6/7/16), saya mengajak serta kedua orang tua untuk menonton film (yang trailernya aja sempat jadi trending topic di twitter) ini dalam rangka libur lebaran.

Ini pertama kali saya nonton film bareng orang tua. Sempat timbul rasa khawatir mereka bakal kurang menikmati film ini sebenarnya, hehe.

Poster Sabtu Bersama Bapak, Tiket Sabtu Bersama Bapak
Sabtu Bersama Bapak - trivia.id

Tempat beruntung yang kami datangi adalah Blitz Theater Grand Dadap City, Tangerang, dengan pertimbangan utama jarak paling dekat dari rumah, serta tiket murah meriah. Meski dekat, ternyata kami masih telat-telat juga.

Hal yang sedari awal sempat saya khawatirkan benar-benar terjadi wahai pembaca yang budiman dan budiwati. Sepanjang film diputar, ayah terlihat sangat tidak nyaman. Bukan karena cerita film kurang menarik atau bioskopnya yang bapuk, tapi kondisi fisik lah (beliau sedang menderita TBC tulang) penyebabnya.

Sempat dipaksa bertahan, mungkin belasan menit, tapi akhirnya beliau memutuskan untuk meninggalkan bioskop lebih dulu bersama ibu karena nggak kuat menahan sakit, tepat pada adegan Cakra gugup sewaktu presentasi karena kehadiran seorang wanita bernama Ayu (yang dalam novel diceritakan berakhir menjadi istrinya). Tak lama setelah itu saya pun menyusul ke luar.

Sampai pada adegan ini, saya nggak melihat perbedaan berarti cerita pada novel dan film. Saya nggak tau apakah adaptasi film dari novel seperti itu. Saya ngerasa seperti mengulang cerita yang sama, namun pada medium yang berbeda. Jika baca novel saya harus berimajinasi, maka ketika nonton film saya cuma perlu duduk dan memperhatikan.

Eh, tapi belum tau sih lanjutannya gimana, apakah masih sama seperti cerita di novel apa nggak. Rencananya sih, nanti mau nonton lagi biar nggak penasaran. Penasaran berapa kali lagi Satya (Arifin Putra) nyium bibir Rissa (Acha Septriasa). Menang banyak, tuh.

Ini apa deh, bukannya bahas isi film malah ngomongin ciuman?!

Catatan Akhir Ramadhan

Juni adalah bulan paling nggak produktif selama saya berkecimpung di dunia blogging. Satu bulan kemarin, saya nggak nulis sama sekali. Sempet publish satu artikel ding, itu pun sponsored post yang isinya tentang cara memilih mukena, haha. Sempat jadi kontroversi hati karena temanya nggak sesuai dengan kompetensi saya. Biarin deh, daripada sebulan nggak ada postingan. Selain katanya jelek buat tumbuh kembang blog, hasil sponsored post ini bisa buat beli pulsa.

Sekarang kita masuk 10 hari terakhir puasa. Ada beberapa catatan nggak penting-penting amat yang harus saya tulis di sini.

Pertama, akhirnya saya beli peci. Iya, seumur-umur baru kali ini saya beli peci. Nggak tau kenapa saya males aja shalat pake peci.

Ariel Pakai peci
Ariel pake peci - malesbanget.com

Dulu pernah hampir beli peci waktu main ke Monas malem-malem. Waktu itu masih banyak banget Pedagang Kaki Lima menjajakan diri dagangannya. Sempat negosiasi namun batal karena satpol PP datang untuk merazia PKL. Dari ekspresi mukanya, tampak ibu-ibu yang jualan peci itu panik banget. Kasian juga, sih. Tak mau larut dalam kesedihan karena melihat si ibu panik, saya memutuskan ambil langkah seribu alias pergi. Ya gimana, nggak bisa bantu apa-apa.

Ke dua, sampai hari ke sekian puasa ini, kayaknya malaikat penjaga masjid masih asing banget sama muka saya. Terhitung baru dua kali saya shalat taraweh di masjid, hehe. Hari pertama ke masjid masih semangat karena peci baru, sedangkan hari ke dua kemarin untuk sekalian bayar zakat. Hayo, kalian udah bayar zakat belom?

Ke tiga, lebaran kali ini rencananya bakal dirayain di Jakarta. Kalo emang di lauhul mahfudz tertulis demikian, ini merupakan lebaran ke dua saya di Jakarta. Walaupun lebaran tinggal beberapa hari lagi, saya kok sama sekali belum ada niat buat beli baju baru. Apakah ini pertanda penuaan dini?! Wallahu alam.

Oya, mungkin sampai lebaran nanti saya belum nulis lagi. Jadi minal aidzin-nya sekarang aja kali ya?

Mohon maaf lahir dan batin ya, bloggers!

Cara Memilih Mukena Terbaik Untuk Lebaran yang Istimewa

Lebaran merupakan salah satu momen yang ditunggu oleh banyak orang, karena mampu menghadirkan suasana kekeluargaan dan persaudaraan yang tak biasa. Maka tak heran jika banyak orang yang dengan atau tanpa sadar menjadi sedikit repot karenanya. Bagi Anda wanita muslimah, salah satu persiapan yang bisa dilakukan adalah mempersiapkan mukena lebaran. Dengan mukena terbaik yang Anda pakai saat lebaran nanti, tentu dapat menjadikan Shalat Idul Fitri Anda menjadi lebih berkesan dan istimewa. Tapi ingat, jangan hanya karena mukena baru jadi timbul riya' dan rasa sombong.

Untuk mendapatkan mukena lebaran terbaik, Anda harus pintar-pintar memilih mukena yang akan Anda beli. Banyak tempat yang bisa Anda temukan untuk mendapatkan mukena terbaik, salah satunya di toko online hijup.com.

Nah, apa saja sih hal-hal yang harus diperhatikan agar mendapatkan mukenah terbaik? Berikut 4 hal yang mungkin bisa Anda jadikan parameter:
  1. Memilih mukena dari bahan yang digunakan. Dalam pemilihan bahan yang digunakan untuk mukena saat lebaran nanti, Anda bisa mempertimbangkan kualitas serta kenyamanan ketika digunakan. Dengan mukena yang nyaman tentu akan membuat shalat Anda tidak akan terganggu.
  2. Mukena yang tidak transparan. Salah satu fungsi mukena adalah untuk menutup aurat. Oleh karena itu, mukena transparan dikhawatirkan tidak memenuhi syarat ini. Anda bisa menyiasati dengan memilih mukena berbahan tebal.
  3. Memiliki jahitan yang berkualitas. Kualitas jahitan yang dipakai sangat penting untuk diperhatikan agar mukena yang dipakai dapat awet dan tidak cepat rusak.
  4. Memilih mukena yang sesuai dengan ukuran tubuh. Ukuran mukena juga hal yang tak kalah penting. Pilih mukena yang tak terlalu besar atau terlalu kecil. Karena hal-hal seperti menentukan kenyamanan Anda ketika sedang shalat.
Itu 4 hal yang bisa Anda perhatikan dalam pemilihan mukena. Ngomongin mukena, saya jadi ingat seseorang yang sedang hits dibicarakan banyak orang. Ini dia orangnya:

Cara Memilih Mukena Terbaik Untuk Lebaran yang Istimewa