Postingan Pertama


Sudah seminggu lebih saya menderita batuk. Jangankan makan, buat minum aja sakit.

Tapi, demi kelangsungan hidup, saya harus tetap makan.

Tapi makan dengan tenggorokan yang sakit bukan perkara enteng, saya harus pandai-pandai men-sugesti diri agar makanan terasa lebih enak dari aslinya. Soalnya, makan ayam akan terasa seperti makan telor, makan telor terasa bakwan, makan bakwan terasa mie ayam, makan mie terasa sumpit.

Yang terakhir enggak deh kayaknya.

Tentu saja hal ini mengurangi asupan makanan yang masuk. Makanya tingkat kegantengan saya akhir-akhir ini agak berkurang.

Karena batuk nggak bisa disembuhin dengan kerokan, akhirnya saya beli obat. Sebenarnya saya benci sama yang namanya obat. Apa lagi yang bentuknya tablet. Kalo ngelihat tablet, pengen banget rasanya gebukin, masukin karung, kemudian menjualnya ke orang Madura. Kecuali tablet yang ada logonya apple.

Untungnya (walau sakit masih beruntung, prinsip orang Jawa), saya dapet obat yang bentuknya sirup. Lega rasanya..

Ngomongin sirup, jadi inget bulan puasa. Kolak mana kolak..

Nggak cuma batuk, jempol pun seakan nggak mau kalah hanya untuk sekedar say hi. Jempol kaki kanan lebam karena kepleset di lantai. Rasanya beuh...

Sebelum terjadi ‘tragedi memilukan’ ini, kemarin sempet diajakin futsal, dan saya sempet mengiyakan.

Untung tak dapat diraih, Malang deket Kediri.

Karena sudah terlanjur mengiyakan untuk datang, ya sudah akhirnya ikut main walau pun sedikit memaksakan diri. Penampilanku turun secara signifikan. Yang biasanya jadi striker dengan rata-rata 7 gol per pertandingan per limabelas menit, sekarang jadi keeper dengan 3 gol... kebobolan per menit. Tragis.

Ini dia penampakannya:

Jempol Bengkak. Main futsal.

Sampai jumpa di postingan selanjutnya!

This Is The Oldest Page

Pilih 'Anonymous' atau 'Name/URL' di 'Comment as' jika profil untuk berkomentar tidak ada. Terima kasih telah meninggalkan komentar.
EmoticonEmoticon