Iseng Bikin Review Film, Eh, Dapet Kaos

Entah karena strategi marketingnya berhasil atau karena hal lain, saya jadi pengen banget nonton film Comic 8. Tapi saya nggak bisa nonton di hari pertama pemutaran. Baru setelah seminggu lebih ditayangin di bioskop, saya baru bisa nonton film yang dibintangi oleh para stand up comedian ini.

Penasaran gimana ceritanya? Cekidot..

Tiket Comic 8
Murah meriah

Secara umum, ada beberapa hal yang saya noticed.

Pertama
Opening-nya lumayan epic, para perampok menyandera beberapa orang (Indro Warkop, Pandji Pragiwaksono dan satu orang perempuan) dengan memberikan ultimatum kepada Pak Jokowi. Ini salah satu faktor yang membuat ending-nya sulit ditebak.

Ke dua
Dialog yang paling saya suka adalah dialog antara Ernest, Arie Kriting & Kemal ketika mereka merencanakan perampokan bandar narkoba paling besar se-Tanjung Priok. Dialognya lumayan lama, dan (dan terlihat seperti) tanpa di-cut. Kalau emang bener tanpa cut, oke banget, sih. Secara, mereka pendatang baru. Hehehehehe.

Ke tiga
Kehadiran Nikita Mirzani dan sandera cewek yang pake adegan buka baju kayaknya nggak penting banget. Cukup film horror aja, sih, kayaknya yang ada adegan vulgarnya. Komedi mah nggak usah. Bukannya munafik, tapi kehadiran mereka yang buka-bukaan justru membuat film yang udah bagus ini jadi kotor.

Ke empat
Polisinya kayak nggak ada pinter-pinternya. Adegan terlalu banyak ngobrol. Mungkin sengaja dibuat demikian untuk meningkatkan sisi komedinya. Seandainya adegan-adegan action-nya diperbanyak (tembak-tembakan atau kejar-kejaran pake mobil ala Dominic Toretto CS), mungkin lebih cihuy, mengingat durasi film ini lumayan panjang.

Ke lima
Kehadiran Agung Hercules kurang berkesan. Semacam buat apa, sih? Badan gedenya agak mubadzir. Ditambah lagi cara ngomongnya nggak jelas. Oh iya, di situ Agus Kuncoro berperan sebagai mafia tapi kemayu (makin nggak penting).

Ke enam
Alur cerita maju-mundur sampai akhir film, sukses membuat penonton gagal menebak ending dari film ini. Ini poin plusnya.

Di bagian akhir mengisyaratkan kalau film ini bakal ada sekuel-nya. Mudah-mudahan lebih bagus dari ini. Karena jujur, film ini kurang memenuhi ekspektasi saya seperti yang digambarkan di trailer filmnya. 

Semoga dengan hadirnya film ini, akan muncul Comic 8-Comic 8 yang lain, dengan format baru tentunya. Sehingga cepat atau lambat film horror esek-esek segera punah dari dunia perfilman Indonesia. Kayaknya semua orang merindukan film lokal yang berkualitas, seperti Comic 8 ini.

Itu review dari saya. Nyicipin masakan orang lain nggak harus jadi koki handal, kan?

Poster Comic 8
Poster Comic 8

Iseng ngirim link blog ini ke salah satu pemainnya, si Fico, eh, dikasih kaos. Lumayan.

Kaos Comic 8

Renggo Pranoto. Renggo Starr.
Gantengnya nggak masuk akal