Pengalaman Naik Mobil Anti Macet

Saya pernah dirawat di rumah sakit, sekitar tahun 2007. Waktu itu kena Demam Berdarah Dengue (DBD). Gejala awalnya badan panas, seperti kena masuk angin gitu.

Saya dirawat di Rumah Sakit Medika Mulya Wonogiri di ruang kelas 3, satu ruangan dipakai bertiga. Hemat.

Ketika sedang tiduran menikmati setiap tetes infus yang mengalir ke dalam nadi, saya ingat sesuatu. Pernah baca sebuah artikel, intinya, orang yang sedang sakit akan lebih cepat sembuh ketika selalu merasa terhibur. Karena hal ini, saya jadi pengen dirawat di ruangan yang ada tempat karaokenya, hehehehe.

Sore harinya, kami berkemas. Ternyata beneran dipindahin.

Tapi ada sesuatu yang salah. Salah banget. Pindah ruangan, tapi kok sampe ke luar rumah sakit? Ini kok ada ambulan?

TERNYATA SAYA DIRUJUK KE RUMAH SAKIT DR. OEN DI SOLO!

Kata dokter, sakit saya lumayan parah karena terlambat dibawa ke rumah sakit. Bener juga sih, selama 2 hari kemarin, saya cuma dikerokin, sambil sesekali diolesi Kalpanax.

Saya dianterin ke rumah sakit rujukan menggunakan ambulan. Pertama kali naik ambulan nih. Mudah-mudahan menjadi yang terakhir.

Saya langsung masuk IGD, ruangan yang setiap beberapa jam sekali ada orang yang meninggal. Menurut hasil test lab, kadar hemoglobin turun drastis. Badan jadi lemes banget. Pengen ngedipin mata aja harus ada yang bantu.

Keadaan saya di situ udah kayak pasien DBD (emang iya, nyet), selang oksigen terpasang menjuntai, kabel dimana-mana, lengkap dengan monitor yang menampilkan grafik detak jantung.

Tiga hari kemudian, beberapa temen sekolah mulai menjenguk. Setau saya, mereka nggak ada satu pun yang punya SIM. Ini patut diapresisi, mengingat jarak dari rumah mereka ke rumah sakit cukup jauh. Mereka harus melewati 543 perempatan, 312 lampu merah dan 1352 belok kanan, belum belokan kirinya.

Ciri-ciri terkena DBD. Dirawat di Medika Mulya Wonogiri. RS Dr. Oen Solo Baru. Cerita dijenguk teman sekolah.
Dari kiri: Rahmat, Alexandre Parto, Niko. Yang motoin: Amad.

Setelah 9 hari dirawat (tanpa mandi), akhirnya saya diperbolehkan pulang. Yang mengherankan, sesampainya di rumah, ada yang bilang kalau saya tambah gemuk dan kulit makin bersih tanpa jerawat maupun komedo.

Alhamdulillah..