[Flash Fiction] Salah Masuk

ditilang polisi, flash fiction, salah masuk



‘Priiitttt.....’

Kuhentikan laju sepeda motor bebek berkapasitas 110CC ini.

“Sini mas, berhenti di situ.” perintah seseorang yang berseragam sambil menunjuk suatu tempat di pinggir jalan raya.

“SIM, STNK!”

‘Galak banget,’ pikirku.

“SIM mana ini? Kebumen?”

“Bukan pak, itu Wonogiri.” Jawabku. Polisi aneh, tulisan 'Kebumen' dan 'Wonogiri' kan beda jauh.

“Mas nggak lihat, ada rambu-rambu sepeda motor dilarang masuk?”

Tidak tau kenapa aku tadi sempat melamun, hingga tak menyadari telah masuk ke jalur menuju jalan tol. Belum sempat kujawab dia mengajukan ‘penawaran’, “Begini mas, sebelum saya tulis surat tilangnya, saya terang-terangan aja: pilih ditilang atau berdamai sekarang di sini?”

Sudah kuduga, pria berkumis ini cinta sekali dengan perdamaian.

“Damai aja lah pak, saya nggak ada waktu buat sidang nanti." Sekilas kulihat seragamnya, terpampang nama Mawar. Sengaja kusamarkan untuk menghormati privasinya.

“Berapa pak?” lanjutku.

“Kamu adanya berapa?”

Kurogoh saku celana sebelah kiri, “Segini pak.” kusodorkan uang sejumlah 18 ribu rupiah.

“Saya ini mau bantu kamu, daripada kamu sidang bayar seratus enam puluh ribu!” katanya.

Tapi telingaku menerjemahkan lain, ‘Kok cuma segitu? Kurang lah!’
“Ya udah, sidang aja!” ancamnya sambil sesekali membungkuk mengisyaratkan akan menulis surat tilang di atas jok sepeda motorku.

Daripada sidang dan ujung-ujungnya minta bantuan calo, akhirnya kurelakan uang dua ribu rupiah di saku celana kanan. “Jangan pak. Ini saya tambahin deh.”

“Berapa?”

“Ada dua puluh ribu nih.”

“Ya udah masukin buku.” perintahnya. “Ayo cepetan, jangan sampai orang yang barusan ditilang tadi lihat!”

Ternyata barusan nilang orang, menang banyak nih. Dasar tukang tilang!




10 komentar

Lain kali kalau bawa kendaraan jangan melamun mas

citra polisi udah terlanjur jelek di mata masyarakat, padahal masyarakat sendiri yang lebih memilih kata"damai" ketimbang ngikutun prosedur yang ada

Prosedurnya ribet, ujung-ujungnya pake calo juga.

hahaha. kejadian sehari-hari nih. gua juga sering kena tilang. jadi trauma malah sama polisi kodok ini. tapi lebih baik ambil di pengadilan deh. gua gak ikut sidang, cuma bayar aja di loket pengadilan. dan lebih murah malahan

Kalo ikut sidang, waktunya bro yang jadi masalah..

mending jangan naik motor ajalah. haha.

kampret tukang tilangnya, :D
kalo gua biasanya nglewatin tempat tilang yg polisinya udah pada bubar..

Huahahahahaa asyiiikkk tuh pak polisi bakalan makan enak, makan nasi padang

ahahaha

emang dasar tukang tilang.

untungnya suka perdamaian ya.

Pilih 'Anonymous' atau 'Name/URL' di 'Comment as' jika profil untuk berkomentar tidak ada. Terima kasih telah meninggalkan komentar.
EmoticonEmoticon