Ribetnya Lebaran yang Terus Terulang

Kalau ada yang menyebut Indonesia hanya memiliki dua musim aja kayaknya kurang tepat. Selain musim hujan dan kemarau, ada satu lagi musim yang tidak boleh diabaikan begitu, yaitu musim lebaran. Musim dimana semua harga-harga naik secara tidak duitiawi. Mulai dari kebutuhan pokok, kebutuhan sekunder, kebutuhaan tersier, hingga kebutuhan tersier yang seakan bergeser menjadi kebutuhan pokok.

Ini fenomena menarik.

Menurut gue, salah satu kebutuhan tersier yang bergeser menjadi kebutuhan pokok adalah sewa mobil buat pulang lebaran.  Berdasarkan data dari televisi (bukan dari TV Wan kok, jadi datanya valid), bisnis sewa mobil meningkat drastis menjelang lebaran ini. Makanya nggak heran di kampung-kampung nanti bakalan mendadak banyak sekali mobil 'alus' yang rata-rata berplat nomor B.

Dengan begini, tentu lalu-lintas di jalan raya semakin padat. Jalanan semakin macet. Apalagi 'proyek abadi' jalur pantura yang tidak pernah selesai. Terakhir, diperparah dengan amblasnya jembatan di Comal, Pemalang yang merupakan jalur utama pantura.

Lebaran kemarin-kemarin gue pernah menghabiskan 36 jam buat perjalanan pulang. Akankah hal ini terulang? Atau malah lebih parah?

Ada satu kejadian unik tentang mudik dengan mobil pribadi. Jadi, mereka memutuskan untuk memulai perjalanan sehari menjelang idul fitri dengan pertimbangan jalanan mulai sepi. Ternyata banyak yang memiliki pemikiran serupa, alhasil jalan tetap macet-macet juga. Dengan berat hati mereka terpaksa merayakan idul fitri di jalan. Ini mengenaskan.
Dan pada akhirnya manusia hanya bisa menjalani, kondisi lalu lintas lah yang menentukan.

12 komentar

nah itu dia, yang kita pikirkan ada peluang besar justru peluang itu malah sempit. karena banyak juga orang yang akan mengambil peluang besar tersebut. haha..

"...mereka memutuskan untuk memulai perjalanan sehari menjelang idul fitri dengan pertimbangan jalanan mulai sepi. Ternyata banyak yang memiliki pemikiran serupa..."
hah ini sama apa yang sering gue omong (joke)-in di ngumpul2 keluarga.

fenomena yang aneh sih, kayanya jalanan rusak baru bener2 dibenerin pas mao lebaran aja.. liat berita2 pasti gitu.. pelebaran jalan lah, masa ngelebarin pas ramadahan terus

Indonesia punya banyak musim tergantung orangnya , kalau dagang buah : ada musim rambutan , mangga dan lain lain :D

kalau "proyek abadi" perbaikan jalan emang sih sering kepikiran emang gak bisa ya dibuat yang bagus sekalian terus kenapa perbaikannya selalu mau lebaran... pernah denger dari yang ahli katanya itu ada hubungannya sama struktur tanah terus hujan dan lain lain

ah men, sepertinya weekend ini bakal macet di pantura yg sering digoyang.gue bakal jd salah satu pesertanya.huft :(

Cie pada sibuk mudik. Untung gue mudik lebih awal dari semua, gue mudik sehari sebelum puasa dan pulang ketika puasa ke 5*kalo gak salah.
Gue ngerasa lebih enak awalan. Selain kendaraan gak serame kayak pas lebaran, duit thr pun lebih gede \>.</

yang gue heran, itu jalanan-jalanan rusak kenapa gak diperbaiki jauh-jauh hari yak? masa' dari jaman baehula sampe sekarang gak kelar-kelar tuh kerjaan? :/

Terkait proyek abadi kurang tau juga broo..

Pilih 'Anonymous' atau 'Name/URL' di 'Comment as' jika profil untuk berkomentar tidak ada. Terima kasih telah meninggalkan komentar.
EmoticonEmoticon