Jadi 'Batur Manten' Mulu, Jadi Mantennya Kapan?

Dalam budaya Jawa, ada istilah Batur Manten. Batur Manten adalah kumpulan cowok-cowok macho yang menemani sekaligus mengantarkan calon mempelai laki-laki dari rumah ke tempat resepsi hingga acara tersebut selesai (ngasal).

Bulan Agustus 2014 kemarin, teman gue telah memantapkan diri untuk menikah. Nah, gue menjadi salah satu dari belasan batur manten itu.

Kebetulan rumah mempelai laki-laki lumayan jauh dari tempat resepsi. Rumah mempelai laki-laki di Wonogiri, sementara resepsi diadakan di rumah mempelai wanita di Jepara.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti telat dan sebagainya, kami dijadwalkan berangkat pukul 03.00 dini hari!

Kebayang betapa dinginnya air untuk mandi di jam-jam itu. Makanya gue mengambil keputusan yang sangat bijak; gak usah mandi.

Setelah semua persiapan selesai (termasuk ngopi-ngopi cantik), kami pun berangkat. Di tengah perjalanan panjang itu, kami berhenti di sebuah rest area di daerah... (lupa).

batur manten, pernikahan, jodoh muka mirip
Nyobain kamera

Remaja Mushola

batur manten, pernikahan, jodoh muka mirip
Pusing kebelet kawin nikah

Banyak teman buang air kecil di situ. Beberapa malah kencing di dekat pepohonan yang tergolong raksasa. Tapi gue lebih pilih ke toilet dengan pertimbangan keselamatan si 'Kevin' dari ancaman ulat bulu.

Perjalanan memakan waktu sekitar 6 jam. Lumayan membuat pantat menjadi sixpack. Wajah yang tadinya udah kusut karena gak mandi, sekarang jadi makin kusut aja tuh. Makanya, sebelum sampai lokasi, kami menyempatkan diri untuk berhenti di sebuah SPBU, sekedar untuk cuci muka dan mempersilahkan mereka yang ingin bersolek, heheh.

Gak berapa lama kami sampai di lokasi pernikahan. Acara yang ditunggu pun tiba.

Credit photo: Mas Haryadi

Selamat buat kedua mempelai (Dwi 'Kevre' dan Yuni). Semoga menjadi keluarga yang bahagia, aamiin.