Mudahnya Mencairkan Dana JHT Jamsostek

Beberapa waktu lalu, gue mengajukan klaim ke kantor Jamsostek (sekarang menjadi BPJS Ketenagakerjaan), untuk mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT). Syarat-syarat pencairan JHT di antaranya: 
  1. Kepesertaan sudah mencapai minimal 5 tahun dengan masa tunggu 1 bulan. Misalnya tahun ke lima jatuh pada bulan Januari, maka klaim JHT baru bisa diajukan pada bulan Februari.
  2. Sudah berhenti bekerja dari perusahaan terkait yang terdaftar di Jamsostek.
*Sekarang (November 2015) gak perlu nunggu sampai 5 tahun. Satu bulan setelah berhenti bekerja, klaim JHT sudah bisa diproses.

Apabila cacat total karena kecelakaan, bisa langsung mengajukan klaim. Sedangkan, apabila menjadi PNS atau TNI, klaim JHT bisa langsung dilakukan. [Klaim secara elektronik atau e-klaim bisa dilihat di bagian paling akhir postingan ini]

Sedangkan surat-menyurat yang diperlukan adalah: 
  1. Kartu Keluarga. 
  2. KTP. 
  3. Kartu Peserta Jamsostek/BPJS. 
  4. Paklaring atau surat pengalaman kerja. 
  5. Buku tabungan (optional).
Kelima surat tersebut harus dibawa, baik yang asli maupun foto copy.

jamsostek, jht, bpjs, syarat mencairkan jht jamsostek/bpjs

Jika semua semua syarat telah dipenuhi, carilah kantor BPJS terdekat. Selain hemat biaya, ke kantor BPJS terdekat juga hemat waktu dan tenaga, hehe. Kalau lagi kurang kerjaan, boleh aja ngambilnya di luar kota, bahkan di luar pulau (ini beneran). Asal nggak di luar angkasa aja. Bukannya gimana-gimana, naik pesawat ulang-aliknya mahal!

Karena tinggal di Jakarta Barat, gue ngambilnya di kantor BPJS Jakarta Barat, tepatnya di daerah Grogol, dekat Indosiar. Dengan pertimbangan; tempatnya paling dekat. Sebenarnya ada sih yang lebih dekat, kantor Jamsostek Cengkareng. Tapi sekarang kantornya udah gak aktif lagi.

Entah gue lagi beruntung atau emang biasanya sedikit pengunjung, kantornya sepiii banget. sebelum masuk, gue nanya dulu bapak-bapak petugas di depan pintu masuk kantor. Niatnya pengen nanya, eh malah ditanya-tanya balik. Pertanyaannya macem-macem, dari mana? Mau ngapain? Syaratnya udah lengkap apa belom? Mau makan apa nggak? Mau aja sih, kalo makan gratis. Hehe.

Di situ gue ngasih berkas-berkas yang diperlukan. Kemudian dicek sama beliau. Ternyata syaratnya sudah lengkap. Karena sebelum berangkat, gue sempet browsing 'syarat klaim JHT apaan aja'. 

Abis itu gue dikasih formulir. Isinya standar-standar aja. Kayak nama, alamat, no KTP, no Kartu Jamsostek, nama perusahaan dan lain-lain. Di situ ada, kok, contoh pengisiannya.

Nah, untuk poin ke-5 'surat menyurat' di atas kan sifatnya optional, artinya boleh dipakai atau tidak. Soalnya, di formulir nanti ada 3 jenis pilihan untuk proses pengambilan dana; transfer bank, ambil langsung atau via pos. Terserah kamu pilih yang mana. Kalau pilih transfer via bank, berarti kamu harus melampirkan foto copy buku tabungan. Gue pilih yang ini, males balik ke sana lagi soalnya.

Ngisi formulir udah, abis itu dikasih nomor urut buat antri. Karena lagi sepi, jadi nggak perlu antri. Langsung aja gue menuju ke mbak-mbak yang sedang bertugas. 

Di tempat mbak-mbak petugas inilah kadang terjadi masalah, kayak mas-mas sebelah gue. Jadi, kalau pengen ngambil dana JHT Jamsostek itu harus bener-bener udah nggak kerja. Artinya, kartu Jamsostek udah gak aktif lagi. Kalau kartu Jamsostek masih aktif, dana JHT gak bisa diambil.


Dan ternyata, bisa lho mencairkan dana dari dua kartu sekaligus. Ini yang gue alami. Kartu pertama gue mulai aktif sejak 2009, sedangkan kartu ke-dua dimulai pada tahun 2011. Seharusnya kartu yang ke-dua belum bisa diambil kalau aja nggak bareng sama kartu pertama, karena usia kartunya baru 3 tahun.

Setelah semua proses tanya jawab selesai (buat validasi data), gue tanda tangan, abis itu difoto. Duhh, mana lupa nggak nyukur bulu idung lagi.

Proses berlangsung selama 7 hari kerja.

Sebelum pulang, gue dikasih tau jumlah saldonya berapa. Gue nggak bisa nyebutin. Sengaja, biar pada penasaran. Gambarannya begini, dana ini cukup buat nambah-nambah tabungan. Itu aja masih ada sisa. Lumayan lah, bisa buat bayar cicilan jet pribadi

Segitu aja deh cara mencairkan dana Jamsostek/BPJS dari gue, mudah-mudahan bermanfaat. Kalau ada pertanyaan, silahkan tulis di kolom komentar. Sebisa mungkin bakal saya jawab.

Jangan lupa bagikan/share artikel ini di media sosial kamu. Supaya teman-teman kamu nggak kebingungan kalau mau mencairkan dana JHT-nya. Yaa, seenggaknya kan jadi punya panduan, hehe.

Thank you!
--

Mulai tanggal 1 Juli 2015, peran Jamsostek diganti oleh BPJS. Aturan yang baru menyebutkan jika minimal kepesertaan minimal 10 tahun, dana JHT baru bisa diambil. Itu juga cuma 10% yang bisa diambil. Sisanya (kalo ga salah), bisa diambil setelah usia peserta BPJS mencapai 56 tahun. Merugikan peserta nggak, sih? Semoga segera direvisi. 

Update Agustus 2015:
Baru tau kalo undang-undang udah direvisi. Syukur, deh, mantan karyawan gak perlu nunggu usia mencapai 56 tahun buat mencairkan JHT BPJS.

Update 25 November 2015:
Tadi pagi saya ke kantor BPJS di Grogol lagi. Gila, antrinya banyak banget. Bahkan, antrian sudah penuh sampai tanggal 31 Desember. Jadi, jika Anda berniat untuk klaim JHT di kantor Jamsostek Grogol, harus menunggu hingga tahun depan. Itu pun baru buat ngambil nomor antrian.

Berikut penampakannya:

Cara mencairkan dana JHT Jamsostek terbaru. Syarat klaim Jamsostek. Cara klaim JHT secara elektronik. E-claim BPJS.
Pengumuman di tempat security

Cara mencairkan dana JHT Jamsostek terbaru. Syarat klaim Jamsostek. Cara klaim JHT secara elektronik. E-claim BPJS.
Antrian di dalam

Sebenarnya ada cara lain biar gak perlu ngantri segitu banyak. Kita bisa mengajukan klaim secara elektronik, atau e-claim. Berikut langkah secara garis besarnya:

 - Masuk ke http://es.bpjsketenagakerjaan.go.id/eklaim. Atau ketik e-klaim bpjs di Google, pilih yang paling atas.
 - Isi data-data seperti no. KTP, nama lengkap, dll. seperti gambar di bawah:

Cara mencairkan dana JHT Jamsostek terbaru. Syarat klaim Jamsostek. Cara klaim JHT secara elektronik. E-claim BPJS.


 - Masukkan alamat email yang valid, karena setelah klik 'proses', anda akan menerima email pertama dari BPJS kesehatan.
 - Tunggu email ke-dua, email ini lah yang digunakan nanti di kantor BPJS untuk proses klaim.

Dengan begini, anda tak perlu lama untuk mengantri. Karena tempat klaim secara manual berbeda dengan klaim secara elektronik atau e-claim. Saya sempat lihat ruangan e-claim, gak seramai di tempat klaim manual.

Banyak yang belum tahu atau gak mau ribet mengurus klaim secara elektronik. Padahal, proses e-claim justru jauh lebih cepat.

Lagi-lagi, banyak dari kita seharusnya paham dengan teknologi. Minimal mau terbuka atau ada keinginan untuk belajar.

Jika ada pertanyaan, silahkan tulis di kolom komentar.