Idul Adha dan Perubahan

Idul Adha, Blogger Indonesia

Halo! Selamat merayakan Hari Raya Idul Adha teman-teman!

Perayaan Idul Adha kali ini kebetulan jatuh di hari Minggu. Artinya jatah libur berkurang satu hari. Tentu banyak yang menyayangkan, terutama oleh orang-orang yang kurang piknik, hehehe. 

Ada yang merayakan hari ini, ada juga yang sudah merayakannya kemarin. Perbedaan ini bukan hal yang luar biasa. Sejak beberapa tahun lalu hal ini sudah terjadi. Ini tidak menjadi masalah selama tidak menyimpang dari ajaran Islam.

Anyway, udah hampir setahun gue aktif (kadang-kadang males  juga) punya blog. Dari ngeblog, gue dapet banyak hal baru, teman baru. Pernah juga dapet kaos baru, sekali. Ternyata blogging itu menyita banyak waktu. Seenggaknya ini berlaku buat yang kemampuan menulisnya selevel dengan ketimun, hehe. Sering banget gue baru sadar kalo ternyata udah duduk berjam-jam di depan laptop. 

Yang tidak kalah menyita waktu selain menulis (yang masih berhubungan dengan blogging) adalah mengedit tampilan blog dan ngotak-atik kode html di dalamnya. Gue sama sekali nggak punya basic IT, jadi harus sering membaca sana-sini biar blog sesuai dengan yang gue mau.

Dari awal membuat sampai sekarang, blog gue udah beda banget. Dari yang dulu menggunakan template standar blogger, sekarang pakai yang responsive. Belakangan template responsive sedang populer saat ini. Buat yang belum tau, template responsive adalah template yang bisa menyesuaikan tampilan ketika dibuka melalui PC, smartphone atau tab. Artinya, tampilannya nggak beda jauh. 

Selain itu, gue juga lagi belajar Search Engine Optimization atau SEO. Biarpun konsep yang gue usung adalah blog personal, bukan berarti terus mengabaikan optimasi pencarian. Gue yakin, setiap blogger berkeinginan agar tulisannya dibaca sama banyak orang. Kalau dicari aja susah, gimana bisa dibaca banyak orang?

Tapi harus tetap berprinsip jika “konten blog adalah yang utama”.

Kemarin dapet email pemberitahuan kalau domain gue bakal expired 2 bulan lagi. Gue seneng aja punya alamat blog sendiri. Dulu waktu masih kecil suka mikir, ‘keren ya punya website sendiri’, karena sering melihat alamat website di bungkus makanan-makanan kecil. Meskipun bukan website, gue bangga lah punya blog ini. Seenggaknya sudah mewujudkan salah satu impian ketika masih kecil dulu. Masa ketika sama sekali belum mengenal internet, dan tidak menduga jika perkembangan internet akan sejauh ini. Tapi yang agak menyedihkan adalah kecepatan internet Indonesia masih peringkat 101 dunia. Kemarin sempet  lihat di running text Metro TV.

Belakangan ini juga, gue ngerasa mulai nggak cocok menyebut diri sendiri dengan kata ‘gue’. Jadi mulai saat ini, kata ‘gue’ bakal diganti dengan kata ‘saya’ atau ‘aku’. Nggak tau kenapa, saya ngerasa nggak cocok aja. Kalau sehari-hari sih, saya pakai kata ‘gue’ atau ‘gua’ untuk menyesuaikan dengan orang-orang sekitar. Ternyata sesuatu yang biasa saja di dunia nyata, belum tentu akan terasa biasa juga di dunia maya. Jujur dan harus diakui, gaya bahasa ‘gue’ sangat terpengaruh oleh blogger-blogger muda Indonesia, seperti Raditya Dika, Alitt Susanto, Benakribo dan Arief 'Poconggg'.

Mereka berempat adalah inspirasi saya dalam membuat blog, dan bukan berarti harus mengikuti gaya bahasa mereka. Keren sih, tapi saya tidak mau melawan kata hati.