Selain tempat untuk mengisi bahan bakar kendaraan, SPBU juga sering dimanfaatkan orang untuk istirahat, buat numpang shalat, sampai buang hajat.

Ketika antri mengisi bahan bakar kemarin, tepat di depan saya ada bapak-bapak menggunakan sepeda motor matic. "Penuh," katanya kepada petugas. Ketika bensin hampir memenuhi tangki, beliau menggoyang-goyangkan sepeda motor tersebut, mungkin dengan harapan agar bensinnya menjadi 'lebih padat'.

Ternyata masih ada yang belum tahu bahwa menggoyang-goyangkan kendaraan dengan harapan bahan bakar lebih banyak adalah hal yang sia-sia.

Sudah sejak setahun lalu, Pertamina melakukan terobosan berupa SPBU tanpa petugas, atau istilahnya self service. Tapi bukan berarti tanpa petugas sama sekali, sih. Masih ada petugas yang melayani struk buat di-scan.

Pertama kali menggunakan layanan ini agak keki juga.

Saya sempat memperhatikan orang di depan yang mengantri lebih dulu. 'Gimana sih cara ngisinya?' tanya saya dalam hati. Ternyata orang di depan saya agak bingung. Mungkin karena ini pengalaman pertama juga. Setelah berulang kali scan struk pembelian dan nggak kunjung berhasil, akhirnya beliau pindah ke pengisian di depannya. Tidak lupa berkata kepada saya, "Pompanya rusak, dek." 

Saya pun mendapat giliran mengisi. Agak ragu juga, sih, ini beneran rusak atau bapak-bapak tadi nggak ngerti cara ngisinya?

Biar nggak malu-maluin, saya baca dulu petunjuknya. Setelah sepenuhnya paham, barulah saya mencoba mengisinya. Masih agak ragu, ternyata bisa.

Lega.

Cara membeli BBM self service. Pengalaman mengisi BBM self service. Menggoyangkan kendaraan ketika mengisi bahan bakar.


Buat yang belum tau, jadi gini.. kemungkinan dari gagalnya bapak-bapak tadi karena posisi scan struknya salah (saya sempat melihat beliau menempelkan struk pembelian di scanner) dan kurang sabar. Seharusnya, struk pembayaran tidak ditempel, tapi diberi jarak beberapa cm. Abis itu tunggu beberapa saat hingga lampu indikator berwarna hijau menyala (sebelumnya lampu berwarna merah yang menyala). Jika lampu hijau sudah menyala, barulah angkat pompa pengisi, kemudian isi BBMnya. Sesederhana itu.

Cara membeli BBM self service. Pengalaman mengisi BBM self service. Menggoyangkan kendaraan ketika mengisi bahan bakar.

Emang sih, kalau sedang panik, hal-hal kecil seperti ini terasa sangat rumit.

13 komentar

ya bener, mesti dicoba dulu. Cuma belum punya kendaraan pribadi jadi belum bisa ikut nyobain :)

Makasih infonya, saya sendiri baru tahu juga neh...

Haha iya mas, saya juga sering liat orang tua yang ngisi bensin sambil motornya digoyang2 :D konyol banget xD

eh saya juga binggung mas,kenapa orang goncang2 itu tangki, kalau awalnya miring baru motornya di tegakin itu wajar

wah udah ada yang ginian ya. gua kalau denger istilah self service pasti kebayang kemana-mana. haha

Haha..
Iya mbak, ga cuma orang tua aja, yg muda juga ada.

Sama mas, saya juga bingung.

kalau diluar negeri ada counter pembayarannya sendiri,kita tinggal bilang sebelah sana nomor itu beli segini,petugasnya duduk sambil mengawasi kalau ada yang salah

Iya mas, bener. Yang film-film emang kayak gitu..

aduhh Mas.. saya pernah beberapa kali self service di pertamina, utk pengisian premium dan pertamax yang biasa. pada Muncrat dan malay banget.
pernah akhirnya di hari berikutnya gw liat kok ada yang bisa dilayani, ternyata itu khusus pembelian PERTAMAX PLUS. ya udah gak apa-apa, toh gak mahal2 amat. semenjak itu gue selalu pakai pertamax plus, karena ternyata mesin jadi halus dan lebih hemat dalam penggunaan BBM. kayanya itu salah satu trik juga agar kita beralih ke pertamaz plus...

Pilih 'Anonymous' atau 'Name/URL' di 'Comment as' jika profil untuk berkomentar tidak ada. Terima kasih telah meninggalkan komentar.
EmoticonEmoticon