White Paper Syndrome

Belakangan ini, gue mengalami White Paper Syndrome alias sindrom kertas putih. Suatu keadaan di mana ketika membuka halaman kosong untuk menulis, lalu tidak tau mau menulis apa. Yang terlihat hanyalah kursar berkedip-kedip, ide pun tidak kunjung datang.

Penulis sekelas Raditya Dika aja sering mengalami hal ini. Seenggaknya itu tertulis di e-book Menulis Kreatif yang dijualnya beberapa bulan yang lalu. Gue tau istilah White Paper Syndrome ini juga dari e-book dia. Gue beli e-book ini dengan harapan agar ide menulis selalu bermunculan, minimal setiap seminggu sekali, sehingga bisa membuat postingan blog secara teratur.

Ternyata nggak juga, tetep aja ide menulis itu kadang nggak muncul. Kayaknya ada yang salah sama muka diri gue.

Menurut Radith, ide tidak muncul dengan sendirinya. Tapi ide akan ketika kita mau menggalinya. Cara paling gampang menggali ide adalah dari diri kita sendiri. Contohnya kegelisahan yang sedang dialami. Misalnya sedang patah hati, terlalu lama jadi pengangguran, tidak kunjung lulus kuliah, DISELINGKUHIN DUA KALI dan sebagainya.

Setelah gue telisik lebih dalam, ternyata karena gue males aja. Gue kurang niat buat nulis sesuatu. Padahal nulis sesuatu kan gampang, S-E-S-U-A-T-U.

Gue jadi inget ketika laptop gue rusak. Waktu itu pengeen banget buat nulis, karena ide udah ada. Sempet nyatet di buku. Di catatan HP juga ada. Kalau nafsu menulis nggak bisa ditahan, biasanya gue nyari pelampiasan; warnet.

Sekarang laptop udah nyala, konektivitas oke, waktu ada. Tinggal ngumpulin niat susah bener.

Ironis, ya.

Karena gue jadi gelisah, maka muncul lah sebuah ide buat menulis. Ide itu pun segera gue tulis, dan lahirlah tulisan ini.

White Paper Syndrome, Kesulitan Dalam Menulis, Raditya Dika, Menulis Kreatif
inspirasi banyak orang