Cerita di Lapangan TBC


Setiap sore menjelang matahari tenggelam, sekumpulan anak-anak bermain sepakbola di depan rumah. Mereka tampak gembira. Lahan kosong yang belum sempat dibangun mereka manfaatkan untuk bermain sepakbola. Ini salah satu bukti jika anak-anak Indonesia masih haus akan tempat bermain bernama lapangan sepakbola.

Meski berdebu dan kemungkinan terkena TBC sudah bisa diprediksi dari awal, hal ini tak mengurangi semangat mereka sedikit pun.

Saya melihat dari kejauhan, mengeluarkan ponsel dari saku, kemudian mengabadikan momen ini. Persis seperti seorang paparazzi yang berhasil mendapatkan mangsanya.

Lapangan TBC
bapak-bapak juga tak mau kalah

Lapangan TBC

ada juga mamang-mamang bersarung tanpa baju

Lapangan TBC
"Djajang Nurjaman menggiring bola..."

Lama-kelamaan kaki terasa gatal. Hasrat untuk bermain bersama semakin tak terbendung. Kemungkinan ini terjadi karena di dalam tubuh saya mengalir darah seorang legenda penonton sepakbola, hehe.

Dengan memakai jersey Manchester United home musim 2012/2013 KW, saya bergegas masuk menuju ke lapangan. Bermain tanpa alas kaki. [Baca juga: Garuda Kekar FC]

Di tengah-tengah pertandingan, saya sempat bertanya kepada salah satu dari anak-anak itu. Sebut saja namanya Babal, bukan nama samaran.

   "Lu suka main bola, Bal?"

   "Iya lah, kalo nggak suka mah ngapain lari-larian di sini?"

Sepertinya saya membuka pembicaraan dengan pertanyaan yang salah.

  "Pemain favorit lu siapa?"

  "Cristiano Ronaldo dong."

  "Oh, pemain terbaik itu.." saya menambahkan. "Berarti suka sama Real Madrid dong?"

  "Ga juga. Sukanya sama klub yang menang aja bang, gua fans karbitan. Hahaha." jawabnya, kemudian lari menjauh entah kemana.

Saya terdiam sejenak, tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.

***

Harapan saya sebagai penikmat sepakbola mah sederhana saja. Saya hanya berharap agar sepakbola Indonesia menjadi lebih kompetitif, tak ada lagi kerusuhan suporter, dan syukur-syukur menjadi juara dunia.

Harapan-harapan itu masih dalam kategori sederhana, kan? Hehe.

Dan yang tak kalah penting adalah: Liga Inggris kembali disiarkan oleh TV lokal secara full dan gratis. Salam super!

10 komentar

Bapaknya pake sarung main bola, gimana kalo copot. Bisa repot itu....... :D

Soal Indra Sjafri, itulah Negara kita. Nilai sendiri saja.

hahaha liga inggris udah jarang tayang bro, kan diambil alih sama tv berkabel gitu..
yap, gue nggak suka sama supporter yang rusuh gitu, kita kan Indonesia, bhinneka tunggal ika, tapi malah rusuh.. sedih

gw main bola pale celana aja capek bgt, ga ngebayangin klo pake sarung

itu motonya sembunyi-sembunyi :P
nggak ngebayang kalau tanyanya sama si Balbal gini :
"Lu suka main bal, Bal?" (bal dalam bahasa jawa = bola)
walau aku bukan maniak bola, seenggaknya suka menontonnya. apalagi sepakbola kampung X)

Biar ga kena nutmeg alias dikolongin bro..

Haha iya, sembunyi2.

Kalo pake bhs Jawa jadi bikin bingung.. hehe

yaaah ko main bola nya pake sarung mas sekalian ajah pake daster hihihihi

Fans MU ko pakenya yg kawe haha
Berarti fans karbitan juga dong kaya Babal wkwk main bola memang sangat menyenangkN. Di tonton juga menghibur. Tp tidak buat emak emak

Pilih 'Anonymous' atau 'Name/URL' di 'Comment as' jika profil untuk berkomentar tidak ada. Terima kasih telah meninggalkan komentar.
EmoticonEmoticon