Satu Tahun yang Titik-Titik

Resolusi Tahun Baru

Sebentar lagi kita mengalami pergantian tahun. Ada yang merasa cepat sekali, ada juga yang merasa cukup lama menghabiskan tahun 2014 ini. Terasa cepat karena tidak ingin tahun 2014 segera berakhir, terasa lama karena tidak sabar untuk mengarungi tahun baru 2015.

Harus diakui, saya mengalami yang ke dua: ingin tahun 2014 ini segera berakhir. Saya merasa tahun ini tidak seberuntung tahun kemarin. Beruntung? Mungkin terdengar (atau terbaca) tidak keren karena terkesan seperti bergantung pada keberuntungan.

Banyak hal yang belum tercapai hingga penghujung tahun 2014 ini. Salah satunya mendapatkan pekerjaan. Hampir satu tahun lamanya saya tidak bekerja menghasilkan uang. Jika Anda bertanya-tanya "Jadi setahun terakhir ngapain aja?", saya agak bingung juga menjawabnya.

Sampai saat ini, saya masih menyandang status sebagai mahasiswa di salah satu PTS di Jakarta, mengambil kelas karyawan. Saya mengambil kelas karyawan karena dulunya saya bekerja sambil kuliah. Kenapa kuliahnya saya sebut sambilan? Karena waktu untuk bekerja lebih banyak daripada waktu untuk kuliah. Jika waktu bekerja adalah 8 jam/hari, waktu untuk kuliah hanya 3 jam saja. Kegiatan menimba ilmu ini lah satu-satunya hal yang menyelamatkan saya dari status pengangguran. Meskipun kedua hal ini (yang saya rasakan) tidak jauh berbeda.

Jika membicarakan tahun baru, rasanya tidak lengkap tanpa menyinggung resolusi yang ingin dicapai. Setelah sebelumnya saya membuat resolusi 2014 (yang ternyata cuma basa-basi dan tidak ada manfaatnya), saya ingin membuat resolusi yang lebih serius untuk tahun depan. Salah satunya seperti kegelisahan saya di atas: mendapatkan pekerjaan kembali. Sisanya, biar saya dan Tuhan saja yang tahu, hehe.

Bagaimana dengan resolusi 2014 anda? Apakah sudah tercapai? Apakah masih melanjutkan resolusi sebelumnya? Atau anda termasuk orang yang tidak peduli dengan hal-hal seperti ini?