Ternyata Begini Efek Pertama Kali Mencukur Kumis

Semua orang pernah mengalami kejadian pertama. Pertama kali bisa mengucapkan kata 'mama', pertama kali bisa jalan, pertama kali jatuh cinta, pertama kali naik pesawat, pertama kali disunat. Eh, sunat mah sekali aja, ding.

Salah satu misteri kehidupan kaum lelaki adalah efek apa yang akan timbul ketika mencukur kumis pertama kali. Apakah nanti tumbuhnya menjadi tidak rapi, apakah nanti tumbuhnya jadi asimetris dan pertanyaan-pertanyaan tak masuk akal lain.

Saya sendiri pertama kali mencukur kumis ketika SMP kelas 2. Subur banget, ya? Padahal saya tidak pernah mengoleskan minyak Firdaus di area kumis dan sekitarnya (bibir tidak termasuk).

Saya sendiri heran, kenapa rambut saya tumbuh begitu subur. Padahal di silsilah keluarga sama sekali tidak ada orang Arab di sana. Ada sih, tapi jaauh banget. Nabi Adam AS.

Baca juga: Begini Masa SMP-ku Dulu

Karena tingkat kesuburan rambut yang di atas rata-rata ini, saya dulu sering menjadi korban ketika guru BP mengadakan razia rambut. Sepertinya rambut yang terlalu panjang selalu menjadi masalah klasik di dunia pendidikan kita. Padahal panjang-pendeknya rambut tidak ada hubungannya dengan tingkat kecerdasan seseorang. Karena masalah attitude sih, kayaknya. Padahal cowok berambut panjang tak selamanya jelek. Andrea Pirlo misalnya.

Kembali ke pertama kali mencukur kumis. Efek yang langsung timbul adalah kita menjadi seperti 'orang baru', menjadi lebih muda dan cenderung terlihat aneh. Makanya, kita harus siap mental ketika memutuskan untuk mencukur kumis.

Dua bulan yang lalu saya mencoba untuk tidak bercukur selama sebulan penuh. Dan ya ampuun.. melalui kaca bersolek milik kakak, saya melihat diri saya sendiri 20 tahun yang akan datang di sana. Banyak orang tidak mengenali siapa saya.

Daripada dikira makhluk asing, saya memutuskan untuk bercukur lagi.

Sehabis bercukur, saya jalan ke mall seperti biasa di hari libur. Sekedar untuk melihat jajaran buku best seller di Gram*edia. Sedang asik baca salah satu sinopsis novel, ada remaja cewek tanggung yang mendekat. Sok akrab banget. Tiba-tiba dia nanya, "Iqbal CJR ya?" Saya jadi canggung menjawabnya, "Buk..."

   "Boleh foto bareng, ya?" dia memotong jawaban saya.

   "Tapi kan..."

   "Boleh ya.. Boleh ya..."

Karena dia terlihat exciting, saya meng-iya-kan saja. Rasanya nggak tega melihatnya kecewa, meskipun harus dibalut dusta.

Iqbal CJR, efek, cukur, kumis
Efek cukur kumis yang dahsyat