Kode

Wanita identik dengan kode. Banyak informasi yang seharusnya dengan mudah bisa diterima oleh orang lain (maksudnya kaum pria), namun entah kenapa mereka lebih memilih menggunakan metode ini untuk menyampaikan hal yang berbau cinta-cintaan. Contoh mainstream yang bisa diambil adalah menolak tawaran menjadi pacar dengan alasan yang kadang-kadang di luar akal manusia.

Rupanya, kode-kodean ini merambah ke dunia kerja. Hari Kamis kemarin, saya mengikuti interview kerja. Kantornya ada sekitar Kuningan, Jaksel. Harusnya sih, saya datang hari Rabu. Tapi, karena pas hari Rabu datangnya telat, saya disuruh datang lagi hari Kamis sama security-nya.

Singkat cerita, saya sudah di ruangan dan dihadapkan dengan salah seorang personalia untuk interview. Saya diminta untuk memperkenalkan diri. Awalnya lancar-lancar aja. Ketika sampai di bagian pendidikan (saya masih kuliah), mulai timbul sedikit masalah. Intinya sih, mereka seperti tidak menerima karyawan yang masih berstatus mahasiswa.

interview kerja, mencari pekerjaan, mahasiswa
interview via vemale.com

Di akhir interview, beliau meminta saya untuk menunggu hasilnya di rumah. Pengumuman via telpon/sms sekitar pukul lima sore. Karena cara ngomongnya yang asik, saya sempat tidak sadar kalau ini adalah sebuah kode.

Sampai di rumah, saya baca-baca SMS di HP yang diproduksi di China itu. Tak sengaja baca SMS undangan (modal banget, mereka menggunaka SMS premium) untuk interview itu. Di situ tertulis undangan interview dengan membawa CV dan alat tulis lengkap. Baru ngeh dan yakin jika saya tidak diterima. Harusnya alat tulis itu dipakai saat itu juga buat psikotest.

Yang saya sesalkan adalah kenapa nggak bilang langsung aja kalau saya tidak (atau kurang) memenuhi kriteria perusahaan mereka secara langsung? Saya sih, lebih senang mereka berterus terang aja. Diterima bilang diterima, ditolak ya bilang ditolak. Kalau kayak gini kan berasa kena PHP, haha.

Mungkin udah banyak yang ngalamin kayak gini. Saya juga nggak tau kenapa saya membuat tulisan minim manfaat ini.

Btw, kamu pernah mengalami pembegalan.. eh, maksudnya ditolak kerja dengan cara kayak gini juga nggak?