Ada Pelangi di Mataku

Belakangan ini mata saya terasa nggak enak, berasa seperti kelilipan kompor. Saya menduga ini terjadi karena terlalu lama menatap layar handphone di kegelapan. Emang sih, sejak menyandang status sebagai pengangguran (tapi masih diselamatkan oleh status mahasiswa), waktu yang saya habiskan di depan layar handphone menjadi lebih banyak dari biasanya. Apalagi sejak video saya di-repost oleh @dagelan.

Karena saya pikir 'bersenang-senang' dengan handphone itu lebih bijak daripada nonton TV, hehe. Tau sendiri lah, acara TV lokal jaman sekarang kayak gimana. Apalagi acara yang ini.

Selain semakin berlama-lama dengan handphone, entah kenapa saya juga jadi lebih sering minum kopi. Kopi item. Padahal (katanya) kopi itu adalah jenis kopi yang paling berbahaya, duh. 

Tadinya sih, minum kopi item biar nggak ngantuk aja. Tapi lama-lama malah keterusan. Efek ngilangin ngantuknya juga semakin tak terasa. Apakah saya ketagihan? Embuh lah, ora mudheng.

Tapi, tiap kali habis ngopi, jadi nggak berasa laper. Lumayan sih sebenernya, bisa bantu-bantu menghemat beras di rumah.

Kembali ke permasalahan mata. Jujur ya, bukan gimana-gimana, saya cuma takut mata jadi bermasalah. Dan rasanya nggak enak aja kalau harus terbebani oleh kacamata kayak gini:

kacamata minjem bidadari di sebelah

Kayaknya harus mengurangi berlama-lama menatap layar handphone. Dan itu sudah saya lakukan sejak beberapa hari yang lalu. Waktu untuk blogwalking pun berkurang. Utang banyak, nih.

Btw, ada yang liat pelangi di mataku nggak?