Cerpen: Senja di Alun-Alun Selatan Jogjakarta

"Mas, aku mau ngomong sesuatu sama kamu."

"Ngomong apa?"

Namaku Tania, teman-teman sering memanggilku Tani. Sore itu aku dan Mas Hasto sedang duduk di Alun-Alun Selatan Jogjakarta. Kami bercengkerama seraya mengamati perilaku aneh orang-orang kurang kerjaan yang sedang berjalan dengan mata tertutup, berusaha melewati jalan di antara dua pohon beringin raksasa. Konon, orang yang berhasil melewati jalan itu, keinginannya akan terwujud.

alun-alun selatan Jogja, cerpen lucu, alkid
Beringin raksasa Alkid Jogja

"Kamu kapan balik lagi ke Bogor?" tanyaku dengan nada dasar C = minor.

"Mungkin besok atau lusa. Kenapa?"

"Umm.. Nggak apa-apa,"

Sudah enam bulan aku menjalani hubungan dengan Mas Hasto. Dia adalah pria yang sudah aku kenal sejak bangku SMA dulu. Sampai saat ini, aku masih meyakini bahwa dia adalah pria yang tepat untuk menjadi sosok seorang ayah bagi Iggy --anak semata wayang hasil hubungan dengan suamiku terdahulu yang sekarang entah dimana.

Mas Hasto bekerja di Bogor, jarang sekali dia pulang ke Jogja. Meski jarang bertemu karena hubungan jarak jauh yang sedang kami jalani ini, aku tak merasa sedang menjalani LDR. Status janda ini tak menghalangiku untuk melek teknologi; memanfaatkan Skype!

Namun, dua minggu lalu, sebuah kabar mengejutkan bak petir menyambar di siang bolong datang dari dr. Anton. Menurutnya, aku mengidap kanker payudara stadium 3.

Aku khawatir Mas Hasto tidak terima dengan keadaan ini.

"Mas, aku beneran pengen ngomong sesuatu."

"Kamu kebelet pipis?"

"Uh.. Bukan."

"Apa, dong?"

"Aku mengidap kanker payudara stadium 3, Mas."

Mas Hasto menatapku tajam, seolah tak percaya dengan kata-kata yang baru saja keluar dari mulutku. Aku menunduk, tak kuasa menatap matanya.

"Kamu serius?" Mas Hasto memelukku dengan erat. Air mata meluncur deras ke pipi tirusku.

"Aku takut, Mas. Aku takut Mas Hasto tidak bisa menerima keadaanku saat ini."

"Aku kan pernah bilang, aku terima kamu dalam keadaan apa pun. Aku juga sudah menganggap Iggy seperti anak aku sendiri."

"Kata dokter, aku harus menjalani pengangkatan payudara, Mas."

"Kamu takut dioperasi?"

"Iya," aku menggangguk lemas. "Tapi bukan itu saja yang aku takutkan, Mas."

Kupegang erat tangan Mas Hasto, kuberanikan diri untuk menatap matanya. Dengan mata berkaca-kaca dan bibir bergetar hebat, aku menjawab, "Aku takut Mas Hasto kehilangan pegangan hidup."

56 komentar

Harusnya gue baca dari bawah nih, go -__-

Err.. Kok gue rada awkward yak pas bagian terakhirnya yang bilang pegangan hidup -__-
Hahahaha. Gue baru tahu kalo ada istilah janda melek.

Ciye yang LDR nulis tentang LDR.

Bisa aje ranting pohon beringin. :p

Ending-nya kayak stand up siapa gitu. :D
TAE banget. Masih aja ketawa sama jokes begini. -___-

Kampret Renggo.... ini ceritah tentang apaaahahhh??? :|

saran: abis diangkat, bawa pulang, taroh di samping kasur biar masih bisa dipegang.

sejak kapan tania dipanggil tani , biasanya kan nia huehehehe :)

Wkkwkwwk pegangan hidupnya? Omaigot

pegangan hidup itu apa ya mas yang paling tepat,hehehehe

Huaaaa begitu tah, duhh ngenes juga reng idup tani ini....
lalu endingnya ngegantung...jadi makin mlongo penasaran

Untung geu bacanya dari bawah dulu hahaha :'D

Dari awal gue juga udah ceriga kalo endingnya bakal ngaco . . ya sejak percakapan sesuatu yang pertama itu . . terus ditambah Tania dipanggil Tani *apaan . .??*
EEE ujung2nya . . Pegangan Hidup , , KAMPRET !! Troll Abisss nggo . .

This comment has been removed by a blog administrator.

Hahaha gue sering denger nih joke tentang "pegangan hidup" gitu. Tapi baru kali ini dalam bentuk cerpen

Tiati nih di prospek jadi MLM

Hahaha, semacam yadong ini kalau diteruskan, Nggo. Btw, itu nama anaknya Iggy? Kamu ngefans sama Iggy Azalea ya, Nggo? Cieeee suka rapper cieeeeeeee.

Mas, aku mau ngomong sama kamu...

Mie rebus di pojokan alun-alun Jogja itu mantep lho Mas...

:D

Gimana bisa baca dari bawah -__-

Sejak cerita ini ditulis :)

pegangan hidup itu artinya apa ya mas? hehe kreatif banget bikin nama panggilannya beda dari yang lain haha tani :D

saya bingung mau komentar apa, endingnya gitu, hehe..

saya suka menulis cerpen, biasanya kesulitannya itu ada di pertengahan, kalau tiba-tiba mentok. Tapi kalau punya ending yang bagus sih, biasanya lancar. Saya suka cerpen fiksi, itu diatas cerpen fiksi juga, mungkin.

Cerpennya lumayan, lumayan ngawurnya mas....jai bingung inti cerpen ini apaan...hehehehe saya juga sering nulis cerpen yang ngawur mas, hahahaha

Njir. Sadis kamu mah, Rengga. Saya bacanya sambil ngurut dada.

trus gimana ini kelanjutannya?udah baca dari atas kok bersambung.penonton kecewa ini mah.. :D

wah bersambung ya, saya kira langsung tamat....jadi kangen jogja...pengen ke taman sari :)

pegangan hidup atau pegangan apa yak....

gimana nih lanjutannya. apa seblum kehilangan pegangan hidup, dipegang terus atau gimana nih.

saya juga pernah kesana dan mencoba menutup mata agar bisa masuk ke tengah diantara 2 pohon tersebut namun sulit saya ga berhasil.hehe

Hahahaha endingnya sesuatu..
Umayan sih Mas cerpennya...

This comment has been removed by a blog administrator.

Huwooo. Ini ada sambungannya, ngga? Hahaha. Si mbak-mbak janda melek teknologi ini ternyata begitu memperhatikan kelangsungan hidup calon suaminya setelah dia ngga punya payudara ya hahaha.
Suka nulis cerpen biasanya susah mengakhiri ceritanya dengan sesuatu yang tratatak des.

Ngasal aja sih, Cha. Haha.
Karena kamu suka rapper, jadi pikirannya ke sana :D

Iya, fiksi.
Saya jarang nulis cerpen. Kalau pengen nulis, biasanya nyari ending dulu. Jadi nulisnya lebih lancar. Tapi kadang-kadang mentok di tengah juga, sih.

Di tunggu kelanjutan ceritanya :)

hahaha janda melek teknologi,ada-ada aja pas sekalinya ngomong serius malah takut calon suami nya " takut kehilangan pegangan hidup " ini apa coba?? hehehe

WTF lagi serius malah bersambung -_-
tenang aja masih ada 1 kok buat pegangan hidup suaminya :D

Ngasalnya bagus. Sering-sering aja ngasalnya ya, Nggo. Haha.
Itu kalau mau dilanjutin cerpennya, ntar si Tani sama Hastonya akhirnya nikah. Trus Iggy udah gede, suka sama cowok namanya Eminem. Tapi Eminem gak suka dan malah ngediss Iggy di lagu buatannya dia. Eeh, maap maap, kok jadi aku bikin cerpen disini xD

Ending dari episode ini cukup membuat penasaran :-D

gamabr dimana tu mas daimbilnya di jogja ->salah fokus

Pegangan hidup? Kamsudnya? ._.

Ini mah bukan cerpen, melainkan cerbung.. :P

Aku ngga sukak bikin cerpen. Soalnya bahasa ku langsung sastra getoh.

hahaha kampret
kenapa gue ngerti pas ada kata - kata pegangan hidup :D

Cerpenbung, Beb :P

Iya, bebas, terserah. :P

Nggak ada sambungannya kayake.. heheh
Masalah klasik ya kayak gitu

Cerpenbung panjang amat. Hahah :D

Pilih 'Anonymous' atau 'Name/URL' di 'Comment as' jika profil untuk berkomentar tidak ada. Terima kasih telah meninggalkan komentar.
EmoticonEmoticon