Jadilah Pengusaha!

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat kiriman buku. Buku berjudul "7 Keajaiban Rezeki" ini saya dapatkan dari seorang blogger. 

Waktu itu tanpa sengaja baca blog alrisblog.wordpress.com. Di salah satu postingan ada semacam kuis gitu. Entah karena saya terlalu baik atau memang voucher hoki masih banyak, saya bisa jadi salah satu pemenang kuis tersebut.

Sampai sekarang, saya belum selesai membaca buku motivasi itu, hehe. Gitu, lah. Saya orangnya males. Cuma menang ganteng aja. #hoek

Yang menarik, Mas Alris (pengirim buku) menuliskan pesan singkat di buku tersebut: Jadilah Pengusaha! Sebuah pesan yang membuat saya berpikir ulang untuk menggapai cita-cita masa kecil: menjadi astronot.

7 keajaiban rezeki, Ippho Santosa, Ippho right
Sengaja dimiringin

Saya sih, menganggap itu sebagai doa. Karena sejauh yang saya lihat, menjadi pengusaha itu lebih enak daripada menjadi karyawan. 

Nah, enaknya jadi pengusaha apa aja, sih? Berikut ini adalah poin-poin enaknya menjadi pengusaha menurut sudut pandang kembaran Adam Levine:

1. Tidak Harus Bangun Pagi
Poin ini kelebihan sekaligus menjadi kekurangan. Kelebihannya mungkin bisa males-malesan lebih lama. Kekurangannya, jelas, kita tidak boleh bermalas-malasan. Bingung, kan? Sama.

Yang jelas, bangun pagi itu wajib bagi orang muslim!

2. Membuka Peluang Karir buat Orang Lain
Jika usaha sudah berkembang, tentu kita membutuhkan karyawan. Dengan merekrut karyawan, maka angka pengangguran akan berkurang. Dengan menurunnya angka pengangguran, setidaknya Jonru kehilangan satu bahan. Eh, ini kok malah ngomongin orang gini?!

Tapi, kalau semua orang berpikir untuk menjadi pengusaha semua, yang jadi karyawan siapa, dong? Jonru? Duh, ngomongin orang lagi, kan. :(

3. Penghasilan Tak Terbatas
Lebih tepatnya fluktuatif kali, ya? Soalnya penghasilan dari sebuah usaha sulit diprediksi. Kadang buanyak (saking banyaknya harus pakai 'u'), kadang sedikit. Tak jarang juga yang akhirnya malah gulung tikar.

4. Mengenal Banyak Orang
Sebenarnya saya masih bertanya-tanya, mana yang harus didahulukan: kenal banyak orang lalu menjadi pengusaha, atau menjadi pengusaha terlebih dahulu kemudian kenal dengan banyak orang? Ini sama kayak stress dan jerawat. Orang sering bilang menjadi jerawatan karena lagi stress, tak sedikit juga orang menjadi stress karena lagi jerawatan.

Nggak kelar-kelar dong..

Tapi, yang paling penting dari itu semua adalah waktu untuk keluarga menjadi lebih banyak. Quality time.