Fenomena Jualan Obat Herbal

Udah empat hari nggak update postingan blog. Rasanya... biasa aja, hehe. Jujur, sekarang saya lagi bingung mau nulis apa.

Ada yang bilang, "tulislah apa yang menjadi kegelisahanmu".

Oke, saya akan mencobanya.

Hari Selasa (07/03/2015) kemarin, notebook yang sering saya pakai mati lagi. Entah ini kematian yang ke berapa.
Yang jelas, saya bakalan ribet ngerjain tugas kuliah, download film (bajakan), sampai ngurusin blog ini.

Saya menulis postingan ini menggunakan aplikasi Blogger di smartphone. Nggak enak banget, kurang leluasa.


Ngomongin tentang blog, beberapa hari terakhir banyak banget komentar jualan obat yang masuk ke blog ini. Nggak hanya artikel baru, artikel lama pun tak luput dari perhatian mereka. 

Saya yakin komentar ini bertujuan untuk menambah backlink website/blog mereka. Soalnya, komentarnya menggunakan Name/URL. Dan sepertinya sudah menjadi rahasia umum jika semakin banyak backlink, semakin bagus website di mata mesin pencari.

Setau saya sih, gitu.

Nggak apa-apa sih menurut saya selama komentarnya relevan sama isi postingan. Dan kayaknya nggak perlu nyisipin link aktif juga deh. Soalnya komentar menggunakan Name/URL udah masuk hitungan backlink (kalau salah tolong dikoreksi).

Kalau ditanya mengganggu apa nggak, menurut saya nggak juga sih, haha. Soalnya sama-sama menguntungkan. Mereka dapet backlink, sementara pageview blog saya otomatis bertambah.

Kalok menurut kelen, komentar jualan obat herbal yang out of topic kayak gitu mengganggu nggak? *pakai logat Medan*