I'm Back!

Belakangan ini, saya aktif lagi main futsal. Sama seperti dulu, saya main setiap Minggu malam. Minggu malam, ya, bukan malam Minggu.

Sempat berhenti main futsal karena lapangan yang biasa dipakai sekarang berubah fungsi menjadi gudang. Mungkin keuntungan menyewakan gudang lebih menggiurkan daripada lapangan futsal kali ya?

Vakum beberapa bulan membuat stamina menurun drastis. Yang tadinya kuat main 12 ronde, sekarang cuma 2 ronde saja.

Eh bentar, ini futsal apa tinju?

Stamina menurun mungkin akibat berat badan naik kali, ya? Saya sih, tidak terlalu merisaukan hal ini. Toh, dari bayi juga udah gendut, walaupun sempat kurus juga.

Bulet.

Sebelum aktif main futsal lagi, saya main bola di depan rumah bareng bapak-bapak. Kebetulan di depan rumah ada lahan kosong yang belum sempat dibangun. Biarpun berdebu dan jadi becek ketika hujan, semangat menceploskan bola ke gawang lawan tak pernah padam. 

Mungkin ini bentuk pelampiasan penonton atas jebloknya prestasi sepakbola Indonesia. Kalian pasti sering melihat atau mengalami sendiri, ketika timnas main dan membuang peluang di depan gawang, secara spontan akan berteriak, "Ah, gitu aja nggak bisa, sih?!" atau, "Ya elah, sambil kepleset juga harusnya masuk, tuh!"

Main bola di lapangan yang jauh dari standar FIFA emang harus ekstra hati-hati. Harus pakai peralatan yang lengkap. Mulai dari sepatu, decker (entah nulisnya bagaimana), pelindung lutut, sampai baju anti peluru. Kalau nggak, salah-salah bisa jadi kayak gini:

Kadang-kadang ngerasa malu juga kalau lagi shalat berjamaah.

Udah ah, gitu aja. Dada..

Dadanya mana?