Menertawakan Kejujuran

Ada yang suka nonton stand up comedy?

Acara yang (setau saya) dipelopori oleh Raditya Dika ini sudah populer di Indonesia sejak beberapa tahun belakangan.

Tapi, kalau RD (Raditya Dika, bukan Rahmad Darmawan) yang menjadi pelopor, kenapa justru Ramon Papana yang mendapat julukan 'Bapak Stand Up Comedy Indonesia'? Apakah karena RD belum menjadi bapak-bapak?

Barangkali ada yang lebih tau, mohon agar kontroversi kecil yang saya buat-buat ini segera diluruskan.

Berkaitan dengan pertanyaan pembuka, saya suka nonton stand up comedy. Tapi yang saya tonton sebatas stand up comedy Indonesia saja. Pernah coba nonton stand up comedy luar (tentu saja dengan Bahasa Inggris), yang terjadi bukannya tertawa, saya malah jadi sedih :'(

Sejak audisi stand up comedy digelar, banyak sekali komika bermunculan. Bahkan sempat muncul film yang dibintangi oleh para komika. Tapi, saya justru malah memfavoritkan komika yang bukan berasal dari audisi semacam ini.

Adalah Soleh Solihun. Mantan wartawan musik ini sering membawakan materi seputar kejadian sehari-hari yang sebenarnya biasa saja, tapi menjadi lucu ketika dibawakan oleh Kang Soleh. Seringkali saya bergumam dalam hati ketika menyaksikan ayah satu anak ini berceloteh, 'Bener juga, ya. Kenapa saya tidak kepikiran hal-hal kayak gini?'

Hebatnya lagi, Kang Soleh mengaku jarang menulis materi sebagai bahan lawakannya ini.

Setiap komika memang punya 'genre' masing-masing. Seperti Raditya Dika yang sering membahas seputar anak muda, dari masalah percintaan sampai hal-hal kecil di dalamnya. Sammy Notaslimboy dengan materi politik. Fico dengan gaya personifikasinya. Sedangkan Soleh Solihun menjadi lucu berkat kejujurannya. 

Setidaknya menurut saya seperti itu.

Jujur banget, sampai-sampai membawakan materi yang menyinggung SARA pun masih terlihat lucu. Saya tidak yakin komika lain mampu melawak seperti ini.

Buat yang belum lihat, coba search di youtube menggunakan keyword "Soleh Solihun 2009". Kebanyakan video ketika tampil di kafe.

Memang lawakan pria yang dulu bercita-cita menjadi rocker ini sedikit menimbulkan pro dan kontra. Tapi saya termasuk yang pro, sih. Hehe.