Sempat Disangka Tukang Ojek, Pengen Daftar Go-Jek, Tapi..

"Mas, minggu depan bisa nganterin aku ke kampus gak jam 6 pagi?"
"Bisa. Ngapain?"
"Ospek, mas."
"Oh, oke."

Begitu kira-kira inti dari percakapan via BBM antara aku dengan cucu-kakak-tertua-ayah sekitar seminggu yang lalu. Sejak hari Kamis kemarin, selama tiga hari berturut-turut aku menjadi semacam tukang ojek. Entah ada hubungannya atau enggak sama dapet kaos ojek online yang fenomenal itu.

Hari pertama perjalanan kurang lancar, soalnya aku lupa jalan ke sana. Sang cucu-kakak-tertua-ayah katanya lupa juga jalannya lewat mana. Alhasil mau nggak mau ngandalin Google Map. Setelah berhenti sejenak buat nyari lokasi, perjalanan pun aku lanjutin. Btw, perjalanan ini memerlukan skill berkendara yang cukup tinggi: membelah kemacetan Jakarta dengan motor kopling, sementara tangan kiri megang hape buat lihat rute GPS.

Sepuluh menit perjalanan, aku ngerasa ada yang aneh. Perasaan beda banget sama jalan yang dulu pernah aku lewati. Daripada nyasar kejauhan, aku nanya mamang-mamang penjual nasi uduk di pinggir jalan.

"Maaf pak, kampus Universitas Mercu Buana di mana, ya?"
"Wah, kejauhan mas. Tempatnya di sana." katanya sambil menunjuk arah berlawanan dengan yang aku lewati.
"Ini muter baliknya jauh gak, pak?"
"Gak mas, lurus terus aja kira-kira 100 meter. Ikutin jalan, nanti ada pertigaan belok kiri. Abis itu nanya orang lagi aja."
"Oke pak, makasih." aku pun berlalu dengan sedikit kesal dengan jawaban nanya-orang-lagi-aja.

Setelah memutar balik, aku ngecek GPS lagi. Di sini rutenya lurus, tapi sama penjual nasi uduk tadi kok disuruh muter balik. 

Jangan-jangan salah?

Aku cek GPS lagi. Ternyata emang SALAH. Yang aku ikuti ternyata rute ke kampus di Menteng. 

Allahuakbar!

Jadi telat deh si cucu-kakak-tertua-ayah. Tapi syukur nggak diapa-apain sama senior. Seenggaknya begitu pengakuannya.

Di hari ke dua, aku nggak langsung pulang. Aku memutuskan ke Senayan untuk menyaksikan proses rekruitmen Go-Jek yang katanya mencapai ribuan orang setiap hari. Sekalian nyari-nyari informasi juga, sih. Kali aja bisa daftar. 

Buat yang pengen daftar Go-Jek, sebaiknya baca terus tulisan ini.

Rekruitmen ini diadakan di Hall A Basket, Senayan. Nggak sulit nyari tempatnya, di sekitar situ banyak banget penjual map dan pulpen (dadakan). Tentu saja dengan harga yang lebih mahal dari yang dijual di tempat photo copy-an di sekitar sekolah/kampus. 

Hari itu, tanggal 28 Agustus 2015 adalah hari terakhir pendaftaran driver Go-Jek. Btw, ini udah gelombang yang ke sekian. Tapi kata petugas Go-Jek sih, bakal ada rekruitmen lagi awal bulan depan. 

ojek, go-jek, rekruitmen, daftar, syarat, antri, gbk, senayan, kaskus.
Suasana pendaftaran Go-Jek

Dokumen-dokumen yang digunakan buat syarat diantaranya photo copy KTP, SIM, STNK dan KK. Bawa salah satu dokumen asli seperti ijazah, KK, BPKB atau akta kelahiran buat jaminan. Jangan lupa bawa map dan pulpen sendiri, soalnya seperti yang aku bilang tadi, di sana harganya lebih mahal. Jangan lupa juga makan dulu sebelum berangkat. Harga makanan dan minuman juga lebih mahal dari biasanya.

Dan yang paling penting, cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai proses rekruitmen ini. Satu referensi saja nggak cukup. Dan usahakan informasi tersebut merupakan informasi terbaru. Soalnya aturan rekruitmen ini berubah-ubah.

Di awal-awal rekruitmen dulu bisa langsung daftar langsung di lokasi. Hari-hari berikutnya, pendaftaran langsung ini udah nggak bisa. Selanjutnya pendaftaran dilakukan melalui SMS. Pendaftar bisa melanjutkan apabila sudah mendapat SMS verifikasi. Nah, tanggal 28 Agustus kemarin metode ini udah nggak berlaku lagi. Sebagai gantinya, yang bisa masuk hanya orang-orang yang mempunyai surat referensi dari pangkalan Go-Jek atau mempunyai undangan VIP. Kedua surat ini aku nggak tau cara dapetinnya bagaimana.

Makanya kemarin banyak banget yang kecewa karena nggak bisa daftar.

Belakangan aku tau kalau pihak Go-Jek memang sedang memprioritaskan untuk tukang ojek pangkalan. Bukan orang yang 'sekedar mengisi waktu luang'. Bahkan, beredar kabar kalau pihak Go-Jek bakal mengeliminasi driver Go-Jek yang kurang niat. 

Tapi ini cuma isu, sih. Kebenarannya wallahu a'lam bishawab.

Kalau nyari informasi rekruitmen dari sebaiknya nyari bener-bener informasi terbaru. Ya karena perubahan dadakan itu tadi. Lebih baik pantengin Facebook Fanspage Go-Jek aja. Baca komentar-komentarnya. Nggak sedikit kok yang nanya-nanya masalah rekruitmen. Dan sering juga pertanyaan-pertanyaan itu dijawab langsung oleh admin FP tersebut.

Bisa juga baca-baca di Kaskus.

Oya, hari ketiga 'jadi tukang ojek' harus bangun pagi-pagi banget. Jam udah lima udah berangkat. Gile, biasanya masih menikmati setiap lekuk kasur, tuh.