Pengalaman Diprospek Menjadi Anggota MLM

Ada yang bilang bahwa hidup seseorang belum lengkap sebelum 'terjebak' bisnis MLM. Terjebak di sini bukan berarti buruk, ya. Hanya saja saya tak mendapat kata yang pas selain terjebak.

Sekitar setahun yang lalu, setelah beberapa bulan kontrak saya dengan perusahaan habis, salah satu teman yang masih bekerja di sana menghubungi saya untuk berbisnis. Ketika saya tanya bisnisnya seperti apa, dia tak pernah menjelaskan secara detil. Katanya sih, lebih enak ngobrol pas ketemu, sekalian silaturahmi. Mendengar kata silaturahmi, saya pun iya-iya diajak ketemu. Soalnya, memutus silaturahmi resikonya berat.

Singkat cerita, akhirnya kami bisa bertemu setelah sebelumnya beberapa kali gagal.

Oh iya, saya sudah menduga jika bisnis yang teman saya maksud adalah semacam bisnis MLM.

Saya semakin yakin bahwa ini adalah bisnis MLM setelah bertemu dengannya. Setelan jas rapi dan sepatu hitam mengkilap seolah menegaskan itu semua.

Setelah ngobrol ngalor-ngidul menanyakan kabar, dia mengajak saya ke rumah (katanya) Omnya. Saya pun mengiyakan. 

Sampai di sana saya disambut dengan berjabat tangan khas anak muda (itu lho, jabat tangan biasa kemudian dilanjutkan dengan menggenggam pangkal ibu jari lawan jabat tangan). Agak aneh, sih. Apalagi bersalaman jenis begini sama ibu-ibu, haha.

Sepertinya ini tempat yang biasa digunakan untuk prospek member baru. Soalnya ada papan tulis, spidol dan penghapus di sana.

Sebelum presentasi dimulai, dia (si Om) menceritakan masa lalunya. Katanya dulu pengen banget jadi tentara, mengingat postur tubuhnya yang cukup ideal. Dia sudah sangat yakin bakal diterima, namun kenyataan berkata lain. Dia gagal. Katanya sih, dia kalah karena kalah di fulus.

Akhirnya, dia memutuskan untuk berbisnis, seperti sekarang.

Pengalaman Diprospek Menjadi Anggota MLM
bali-proweb.com

Dia juga menceritakan jika banyak juga mahasiswa yang menekuni bisnis ini, karena keuntungan yang didapat sangat menggiurkan. Posisi saya waktu itu pun sebagai seorang mahasiswa.

Saya lupa bagaimana cara kerjanya, yang jelas polanya membentuk piramida gitu. Dan setelah dihitung-hitung, penghasilan yang didapat bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta per bulan.

Setelah presentasi yang melelahkan itu selesai, tiba waktu untuk memutuskan apakah bergabung atau tidak. Sepertinya kamu sudah tahu keputusan seperti apa yang akan saya ambil. Saya menolak dengan cara khas anak muda ketika menolak seseorang yang menyatakan cinta; saya pikir-pikir dulu, deh.

Tak lama, saya pun pamitan pulang.

Beberapa hari kemudian, saya mendapat informasi tentang perbedaan MLM dan Money Games. Tadinya saya pikir keduanya sama aja. Saya jadi kepikiran lagi, tawaran bisnis tempo hari itu MLM atau Money Games, ya?

Pelajaran, nih. Jangan cepat berburuk sangka sama sesuatu. Yang jelas, MLM itu bisnis yang bagus. Yang nggak bagus itu Money Games tapi ngaku-ngaku MLM. Ini nih, yang ngerusak citra bisnis Multi Level Marketing.

18 komentar

pernah bersentuhan dengan dunia mlm, tapi tidak menekuni

kalau itu memang menguntungkan, kenapa tidak?

Punya temen sering BC di BBM "3bulan menjalani bisnis ini sudah bisa beli motor baru, penghasilan perhari blbalbal"
Fakta'a itu semua cuma mitos

ada yang untung ada juga yang rugi

Ganggu banget ya BC kayak gitu..

pernah ikutan mlm, untungnya lumayan. tapi sekarang nggak lagi hehe

Aku pernah diajakin ikut MLM, tapi gak mau.
Kalo diajak nikah sm Zayn, baru mauuu

Komen macam apa in -_-

ML. Makan Lele?
Aaaa mau Vino... aku mau

sering temen nawarin itu,cuma masih kurang tertarik sama dunia MLM :D

kalo saya dulu sempet diajak gabung tapi saya orangnya ga PD kl hrs presentasi ngundang org satu rt jadi ga jadi deh

Wah :D ga enak ikut MLM, merusak citra kita di media sosial XD

Banyak sekali sih dapet pesab yang menawarkan MLM sebagai bisnis sampingan memang :v

Pilih 'Anonymous' atau 'Name/URL' di 'Comment as' jika profil untuk berkomentar tidak ada. Terima kasih telah meninggalkan komentar.
EmoticonEmoticon