Pentingnya Genset di Kantor Pemerintahan

Judulnya serius banget, ya, hehe.

Jadi kemarin ada sesuatu hal yang mengharuskan saya ke kantor polisi. Bukan untuk wajib lapor lantaran bertindak kriminal, tapi untuk memperpanjang Surat Keterangan Catatan Kepolisian atau SKCK.

Nggak tahu bakal berguna apa nggak, mudah-mudahan sih berguna.

Setelah melalui perjuangan berupa menghadapi kemacetan dan teriknya matahari di siang bolong, saya harus menghadapi kenyataan bahwa di kantor polisi ternyata sedang terjadi pemadaman listrik. Dan anehnya, di sana nggak ada generator set alias genset. Alhasil semua kegiatan yang berhubungan dengan listrik ditiadakan. Tadinya sih saya mau menunggu, mengingat perjalanan yang cukup jauh dan membuat kerongkongan kering. Tapi kata orang di sana (kayaknya tukang parkir) lebih baik pulang aja, pemadaman listriknya masih lama.

Dengan sisa-sisa kegantengan yang masih ada, saya pun bergegas menuju parkiran, menaiki motor matic berwarna merah milik kakak saya.

Ketiadaan genset ini cukup aneh, sih, mengingat tugas pokok kepolisian adalah protect and SERVE. Gimana bisa melayani kalau terjadi pemadaman listrik aja mereka nggak bisa kerja? Masa kalah sama Indomaret.

Entah karena koin hoki saya habis atau gimana, sesampainya di rumah ternyata listrik udah nyala lagi. Dan sepertinya listrik di kantor polisi tadi udah nyala juga. Duh!

Besoknya saya balik lagi ke sana. Antrian cukup panjang, meski nggak sepanjang antrian pendaftaran ojek online.

Prosedur untuk perpanjang SKCK relatif lebih mudah daripada membuat baru. Hanya memerlukan SKCK lama, photo copy KTP dan pas photo 4x6 sebanyak 3 lembar. Sementara untuk membuat baru lumayan banyak berkas yang diperlukan.



Setelah menunggu beberapa menit, nama saya dipanggil dengan lantang oleh petugas, "Vinoo...".

Saya pun masuk untuk mengambil surat berwarna kuning tersebut. Ada dua hal baru di sini. Pertama, biaya yang diminta adalah Rp 10.000. Dulu sih Rp 20.000, padahal jelas-jelas tertulis Rp 10.000 di papan pengumuman. Dulu saya nggak nanya kenapa berubah, dengan pertimbangan takut dianggap melakukan tindakan kriminal, hehe. Yang ke dua adalah masa berlaku SKCK. Nggak tahu berlaku sejak kapan, yang jelas, dulu SKCK berlaku hanya 3 bulan aja, sementara sekarang berlaku selama 6 bulan.

Besoknya lagi, saya ke job fair di Kemayoran, dengan harapan bisa segera menanggalkan status pengangguran ini. 

Ini kali pertama saya job fair.

Salah satu tips buat yang pengen ke job fair adalah lakukan registrasi online terlebih dahulu jauh-jauh hari sebelum job fair dibuka. Soalnya, sebelum masuk ke area job fair, para job seeker atau pencari kerja yang belum mendaftar online diwajibkan untuk mendaftar terlebih dahulu. Meski proses pendaftaran bisa dibilang cepat, ternyata antrian panjang tak bisa dihindari. Buang-buang waktu aja, kan? Beruntung saya sudah mendaftar beberapa hari sebelum acara ini dibuka, jadi bisa langsung masuk kemudian apply ke perusahaan yang sesuai kriteria.

Dan sedihnya, kebanyakan perusahaan lebih memilih ijazah daripada SKCK sebagai syarat. Duh, semoga cepet lulus.

Oya, makanan dan minuman di sana lumayan mahal.