Ngomongin yang Enak-enak

Sudah hampir satu bulan saya berada di kampung halaman (jangan tanya halaman berapa, udah gak lucu lagi soalnya), Wonogiri. Tempat di mana saya dibesarkan dan belajar ini itu. Tempat di mana orang saling bertegur sapa meski belum kenal. Tempat di mana orang bisa melihat jutaan bintang di langit dengan mata telanjang.

Biasanya saya pulang ke Wonogiri hanya ketika lebaran atau ada acara-acara tertentu yang mengharuskan untuk pulang saja. Itu pun paling lama hanya sepuluh hari. Jadi, ini adalah waktu terlama saya berada di kampung sejak mengadu nasib ke Jakarta.

Oya, saya menulis post ini di toilet. Tempat ini masih menjadi tempat favorit untuk membuat draft pertama sejauh ini. Karena menurut saya, toilet adalah tempat paling sering melahirkan ide dan gagasan untuk menulis. Makanya saya betah berlama-lama di toilet. Pantang keluar sebelum kesemutan!

Hidup di kampung seperti tempat saya di Wonogiri ada enak dan ada tidak enaknya. Kita sedikit bahas yang enaknya saja, ya. Yang tidak enak biar kita kasih ke Pussy (nama kucing).


Biaya hidup di sini relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan biaya hidup di Jakarta, terutama biaya konsumsi. Dengan goceng saja, saya saya sudah bisa beli nasi bungkus, gorengan dan satu gelas teh manis hangat. Tak punya uang pun, orang masih bisa hidup tanpa menjadi peminta-minta.

Kualitas udara jauh lebih baik. Karena memang jumlah kendaraan bermotor penyebab polusi udara belum terlalu banyak. Sebaliknya, hampir sepanjang jalan banyak ditumbuhi pepohonan rindang yang tak hanya membuat udara menjadi segar, tetapi juga sejuk.

Sinyal internet juga sudah stabil meski harus menerapkan sedikit trik. Malah, ada yang bilang bahwa sinyal 4G salah satu provider berinisial Smartfren (berharap di-endorse) sudah masuk ke sini. Trik standar yang saya gunakan agar sinyal internet stabil adalah dengan mengubah network mode menjadi WCDMA Only. Kalau sinyal internet di tempat kamu kurang stabil, mungkin kamu bisa mencoba trik ini.

Hidup dengan udara yang masih segar, biaya hidup murah serta internet kencang (HSDPA yang stabil saja sudah cukup kencang menurut saya) adalah kombinasi yang menarik. Sempat berpikir untuk kembali menjalani hidup di Wonogiri, tapi belum tahu apa yang harus saya kerjakan untuk menghasilkan uang nanti.

Apakah menjadi internet marketer? Menarik.