Saya sering bawa hp ke toilet. Apa ini yang dinamakan sakau internet, saya nggak tau. Yang jelas, gadget berlayar 5 inchi itu hampir selalu ikut serta dalam kegiatan sakral (baca: boker) ini. Sekedar untuk baca-baca berita, ngelanjutin chat sama Jennifer Lawrence, sampai mengasah skill fotografi.

Hanya 2 keadaan yang mampu membuat saya tak membawa hp ketika 'nongkrong', yaitu ketika kehabisan: (1) Paket internet (2) Daya batre.

Keadaan ke-2 masih bisa disiasati dengan cara membawa powerbank. Saya pernah melakukan ini. :|

Tapi itu tak selalu buruk. Buktinya hal ini bisa dijadikan bahan pembuka tulisan, meski aneh. Karena memang manusia diberi dua mata sebagai simbol agar tak melihat sesuatu hanya dari satu sudut pandang saja.

Lalu bagaimana dengan Dajjal yang konon mempunyai 3 mata?
Wallahualam.
***

Hari Selasa kemarin ayah dibawa pulang dari rumah sakit. Terima kasih atas doanya teman-teman semua melalui komentar di postingan ini. Maaf saya belum sempat membalas semua komentar maupun blogwalking. Selama di rumah sakit, sinyal internet bapuk banget. Jangankan browsing, buka 0.facebook aja nggak bisa.

Selama seminggu di rumah sakit, ada 2 hal baru yang saya dapatkan.

Pertama tentang bersosialisasi. Tak seperti biasa, kali ini saya mudah sekali akrab dengan orang yang baru dikenal. Percakapan seringkali diawali dengan pertanyaan yang saya terima terlebih dahulu, "Sinten sing gerah, Mas?" (Yang sakit siapa Mas yang ganteng?) kemudian berlanjut ke obrolan ngalor-ngidul nggak jelas, menjurus ghibah. Astaga.

Ternyata, karena merasa mengalami nasib yang sama (dalam hal ini sama-sama menunggu pasien di rumah sakit), seseorang bisa menjadi lebih mudah akrab dengan orang lain. Ini juga sepertinya yang membuat dua orang dari satu daerah (tapi tak saling kenal) menjadi lebih cepat akrab apabila bertemu di tempat asing.

Yang ke dua tentang menunggu. Menunggu kepastian kapan ayah bisa dibawa pulang. Ada yang bilang bahwa menunggu adalah pekerjaan yang membosankan. Saya mengamini pernyataan itu. Meski ini bukan yang pertama, kegiatan menunggu pasien di rumah sakit tetap tak pernah bisa seasyik liburan ke Singapura.

Selama seminggu di rumah sakit tak banyak yang bisa saya lakukan. Main hp, 'ngecas' sambil main hp, cabut sebelum penuh karena nggak sabar, main lagi sampai batre habis.

Begitu terus sampai Malin Kundang jadi orang lagi.

Menunggu tanpa kepastian ini mengingatkan saya kepada wanita dan harapan. Banyak kaum hawa yang meninggalkan atau terpaksa meninggalkan pasangan karena tak kunjung mendapat kepastian kapan akan dihalalkan.

Jadi selama seminggu kemarin saya sedikit mengalami apa yang wanita rasakan ketika 'digantung'. Ya meski berbeda konteks, tapi keduanya sama-sama menunggu.

Pesan moral yang bisa diambil dari tulisan ini adalah kalau 'ngecas' hp, jangan dicabut dulu sebelum batre penuh, ya.



23 komentar

Smoga ayahmu lekas pulih ya nggoo

Eh memang si klo orang jawa di tmpt asing trus ketemu sesama org jawa lgsung bisa akrab si..

Hahaha klimaksnya bangke bang! haha lagi ngebahas tentang pulang eh taunya endingnya "Jangan cabut hape sebelum penuh" haha

Sama. gue juga selalu bawa hape ke kamar mandi, gak tau kenapa itu udah jadi kebiasaan banget, kalo gak bawa hp ke kamar mandi gitu ada yang kurang aja rasanya. -_-

Jennifer? Oh, yeah. Katniss.
Gue komen apa, sih? :/

Pesan moralnya nggak ada yang lebih bermoral, Mas?
Seperti "Kalo habis boker jangan lupa disiram." Gitu.

Pesan moralnya bermanfaat banget nice post qaqa :v

Menunggu tanpa kepastian itu nggak enak banget, bete banget pengen rasanya nampol orang entah apanya yang ngasih harapan tanpa kepastian *eeaaaa

Syukurlah kalo Ayah Mas Renggo sudah di ijinkan pulang. Semoga ayahnya lekas pulih dan bisa beraktifitas seperti sediakala ya Mas. Amin.

Pesan moralnya bagus akang :D

Judul sama isi yang dibawah beda -_-

Oke, yang mau gue tanya sekarang adalah.... ngasah skill fotografi pas lagi boker? Lo motoin eek?

lo serius mas bawa hp sampai ke toilet? ya ampun gue aja gak segitunya mas, tobat mas tobat *loh

eh btw selamat yah ayahnya udah sembuh tuh makanya jangan ngegantungin cewe lagi, digantungin tuh sakitnya bukan main whaha

kasian banget Nggo buka fb aja di 0.facebook.com

Tipsnya sangat bermanfaat Nggo, jangan dicabut sebelum penuh biar batre'a gak cepet drop

Quote of the day : "Jadi selama seminggu kemarin saya sedikit mengalami apa yang wanita rasakan ketika 'digantung'. Ya meski berbeda konteks, tapi keduanya sama-sama menunggu"

Makin kesini orang makin nggak bisa hidup tanpa HP ya .. bahkan untuk sekedar sabar nunggu batrenya penuh aja nggak bisa -_-

btw, semoga ayah segera sehat Nggo, semoga ayahmu nggak balik lagi ke rumah sakit ..
amiin..

Pesan moral yang sangat super sekali. :D

Oh iya, blogwalking pertama kali ke blog ini nih. Keren mas tulisannya. :D

Btw, semoga sepulang dari rumah sakit. Makin sehat ya mas, ayah nya.

Kirain yang pulanng dari rantau, ternyata ayahnya yang pulang dari rumah sakit
Semoga bisa sehat seperti sebelum sakit yah mas :)

HAHAHAAAAHAAHHAA
Wallahualam dengan dajjal yg bermata 3 :D

Alhamdulillah ayahnya udah pulang kerumah.
Iyak, akhirnya ada juga lelaki yang merasakan gimana resahnya menunggu dan digantung =D

Wow. Nggak sia-sia baca postingan ini. Pesan moralnya bijak sekali.
Terimakasih infonya Gan.

Check IG kita sis, banyak barang barang baru. Murah meriah. Bisa pilih warna. Yuuukk

Kalau baterenya belum penuh, ngapain dicabut hapenya xixixi~ rugii~

Makasih mbak Nit.

Eh iya, orang Jawa emang gitu.

Heheh, gak nyambung ya broh.

Ada yang kurang kayak pecel lele gak pake lele, ya..

Komen apasih :|

Itu lebih gak bermoral, kamprett

Aku juga sometimes suka gitu. Tapi cuma main game doang. Wkwkwk.
“Menunggu tanpa kepastian ini mengingatkan saya kepada wanita dan harapan.” Hayoooo pernah diPHPin ya?? 

Pilih 'Anonymous' atau 'Name/URL' di 'Comment as' jika profil untuk berkomentar tidak ada. Terima kasih telah meninggalkan komentar.
EmoticonEmoticon