Kisah Sadis di Hari Minggu

Ini bukan tentang lagunya Marshanda.

Meski libur, Minggu tak selalu menyenangkan. Hari Minggu kemarin membuktikan hal ini.
--

Buat penggemar sepakbola, pasti udah pada tahu kalau Real Madrid kalah telak dari rival abadi mereka, Barcelona, hari Minggu dini hari kemarin. Pasukan Luis Enrique membuat Santiago Bernabeu menjadi seperti ajang latihan buat Barca.

Oya, setahu saya, Barca dibaca 'Barsa' bukan 'Barka' seperti yang sering saya dengar dari orang-orang Indonesia kebanyakan. Setidaknya, Ashanti -istrinya Anang- pernah mengatakan hal ini di acara gosip ketika dia sedang menghabiskan uang ke Spanyol.

Kayaknya, ini satu-satunya episode acara gosip yang cukup informatif sejauh ini.

Saya memang suka Real Madrid, tapi belum sampai level fans sejati. Justru saya agak malu jika disebut fans sejati. Karena saya pikir, fans sepakbola sejati adalah seseorang/kelompok yang memberikan kontribusi kepada klub kesayangan. Entah dengan memberi dukungan langsung atau sekedar membeli merchandise originalnya.

Sementara saya hanya penonton layar kaca, yang bahkan beli jersey aja masih pilih yang KW, hehe. Waktu La Liga gak ditayangin di TV lokal (maksudnya RCTI), bukannya langganan TV yang punya hak siar, saya justru ikut-ikutan sibuk meramaikan hashtag #SaveLaLiga di twitter, sambil berharap agar Hary Tanoesoedibjo menayangkan kembali La Liga di stasiun TV yang di-CEO-innya.

Bakal gaduh lagi nih Madrid. Soal siapa yang harus dipecat, kayaknya presidennya aja, deh. #FlorentinoPerezOut
--

Pada hari Minggu kemarin juga, paket internet saya habis. Kebiasaan buruk, belum sampai satu bulan, paket udah habis aja. Tanpa pikir panjang, saya langsung beli paket lagi. Maklum, koneksi internet saat ini sudah diposisikan setelah sandang, pangan, dan papan.

Beberapa saat sesaat setelah mengisi pulsa, saya mengaktifkan kembali koneksi internet di hape, kemudian saya pakai buat modem laptop. Baru beberapa menit dipakai, Dinosaurus udah muncul aja di Chrome, pertanda koneksi putus atau jelek banget. Kebiasaan nih, kalau mendung gini sinyal internet sering menjelma jadi pesulap, suka ngilang.

Gak bisa konek internet

Agak kesal, akhirnya saya memutuskan untuk pindah tempat, mencari spot-spot internet di rumah yang bagus untuk provider IM3.

Tapi ada yang aneh, udah dapet sinyal bagus, tapi si Dinosaurus kok gak kunjung ilang? Sempat restart hape, karena emang kadang-kadang hape buatan negeri Ginseng ini suka hang. Bahkan kadang sampai harus copot batre segala. Ini Samsung apa Blackberry, sih? :|

Setelah booting selesai, ada SMS masuk dari Indosat. Isinya gak enak banget dibaca. Intinya sih, saya tadi pake pulsa reguler buat internetan, alias belum dipaketin lagi. Alhasil, pulsa 50ribu abis dalam beberapa menit aja. Gilak!

Kesel gak sih kayak gitu? Kesel banget. Untuk meminimalisir rasa kesal, saya memutuskan untuk mengisi perut. Kali aja efektif.

Beruntung masih punya kartu 3 yang masih bisa buat internetan, meski sinyal yang ketangkep masih seputaran EDGE. Ironis sih, yang lain aja udah 4G.

Abis makan, ternyata kesel gak kunjung ilang. Saya memutuskan untuk keluar rumah sebentar. Siapa tahu nemu duit semilyar lebih tiga ratus ribu di jalan.

Tapi, untung tak dapat diraih, Malang deket Kediri. Bukannya nemu duit, justru ban motor malah bocor. Udah gitu, abang-abang tukang tambal ban yang teridentifikasi berasal dari Batak ini menemukan fakta mengejutkan; BAN DALAM MOTOR HARUS DIGANTI!

KMPRT!
--

Kayak gini yang salah siapa? Kalau nanya Jonru, pasti salah Jokowi.

Sepertinya saya harus menjalani ritual buang sial, nih.