Mengintip Proses Welding Rangka Sepeda Motor di Dunia Industri

Indonesia adalah produsen sepeda motor terbesar dunia. Sebagai bentuk penghargaan, dua pabrikan asal Jepang -Honda dan Yamaha- menggunakan slogan berbahasa Indonesia pada gelaran Moto GP. "Satu Hati" pada Honda, dan "Semakin di Depan" untuk Yamaha.

Semakin di Depan, YZR M1

Satu Hati, Honda, Moto GP

Seperti permukaan koin, hal ini mempunyai dua sisi yang berbeda, positif dan negatif. Hal positif tentu saja kita patut berbangga karena bahasa Indonesia bisa dibilang 'go international', meski cuma beberapa kata aja. Hal negatifnya adalah sepeda motor sering kali dijadikan 'kambing hitam' masalah kemacetan, terutama di Jakarta. Makanya beberapa waktu lalu pemerintah DKI membuat perda larangan melintasi Jl. Merdeka Barat sampai Jl. MH Thamrin bagi sepeda motor.

Ngomongin Moto GP, selamat ya, buat fans Jorge Lorenzo atas kemenangannya musim ini. Kenapa saya ucapkan ke fans? Karena kecil sekali kemungkinan tulisan ini dibaca langsung oleh Lorenzo, haha. Tapi, walaupun si nomor 99 menjadi juara, yang menjadi sorotan tetap Valentino Rossi, sih. Iya lah, namanya juga legenda. Race semalem sekali lagi membuktikan bahwa status legenda ini pantas banget disandang Rossi. Start dari posisi paling belakang, The Doctor berhasil finis di posisi 4. Luar biasa!

Hal berlawan justru terjadi di posisi 1, 2 dan 3. Mereka malah terlihat seperti rombongan touring daripada balapan. You know lah, siapa aja mereka.

Balik ke judul. Saya pernah bekerja hampir dua tahun di industri manufaktur. Tapi selama itu juga, saya gak pernah ikut demo menuntut kenaikan UMR. Bisa dibilang mau enaknya aja, haha. Mungkin karena itu juga kontrak saya berakhir dan tak diperpanjang.

Oya, saya dulu di bagian welding alias proses pengelasan. Sebagian besar pengelasan dilakukan oleh robot. Makanya jangan heran kalau ribuan sepeda motor mampu diproduksi setiap hari. Yang membuat saya heran, kok ada aja ya orang beli sepeda motor? Padahal satu unit sepeda motor bisa bertahan 4-5 tahun, sesuai garansi dari produsen. Dan penjualannya masih sebatas untuk dalam negeri. Orang ekonomi boleh banget komentar mengenai hal ini.

Karena pengelasan lebih banyak dilakukan robot daripada manusia, akhirnya muncul profesi "tukang las tapi gak bisa ngelas". Gimana sih prosesnya? Cekidot video berikut:

Video di atas adalah salah satu dari sekian banyak proses pengelasan. Saya ambil tahun 2011 akhir. Kalau ada pihak-pihak yang kurang berkenan, silahkan hubungi saya. Kalau memang perlu dihapus, akan saya hapus.
Ngeri juga dipenjara karena hal sepele kayak gini, hehe.