Tentang Rindu dan Berbagai Pertanyaan di Kepala

Saya sedang dilanda rindu.

Apakah saya sedang merindukan kekasih? Tidak.
Apakah saya sedang merindukan masa kecil? Tidak juga.
Apakah saya merindukan kerupuk bermerk Rindu?

Kerupuk Rindu
Kerupuk Rindu

Semua tahu jika Rindu dan Kangen mempunyai arti yang sama. Sinonim lah secara bahasa. Hanya mungkin penggunaannya sedikit berbeda. 

Jika Rindu sempat melekat sebagai brand sebuah kerupuk (sepertinya sampai sekarang masih ada), maka Kangen pernah identik dengan nama band. Kangen Band.

Ada yang kangen sama Kangen Band? Saya, sih, tidak. Karena entah kenapa nama band yang berakhiran "Band" biasanya kurang bagus secara musikalitas. Kangen Band, Setia Band, Tambal Band Peterband. Kalau Pas Band sih, pengecualian, ya. Menurut saya lagu Pas Band tak mendayu-dayu seperti band dengan nama yang berakhir "Band" pada umumnya.

Ini kenapa sok-sokan jadi pengamat musik, ya? Haha.

Kembali ke rindu. Setelah saya amati, ternyata 3 postingan terakhir blog saya ada yang aneh. Tidak biasa. Blog yang ini, ini dan ini, tak ada satu pun komentar dari Tukang Obat. Kemana? Saya merindukan kalian.

Saya langsung teringat lagunya Soneta yang berjudul Kehilangan. "Kalau sudah tiada, baru terasa. Bahwa kehadirannya sungguh berharga".

Apakah blog saya sudah tak efektif lagi sebagai media promosi atau semacamnya? Hanya Tukang Obat dan Tuhan saja yang tahu.