R.I.P. Kabel Charger

Sore kemarin, kabel charger saya mati.

Eh, bukan kabel charger ding, tapi kabel data. Soalnya kabel charger dan kabel data secara fungsi agak berbeda: kabel data bisa sekaligus berfungsi sebagai charger, sementara kabel charger tidak bisa digunakan untuk transfer data. #penting

Nggak nyangka, kebersamaan saya dengan si kabel harus berakhir secepat ini. Soalnya sama sekali nggak ada tanda-tanda jika dia akan berpulang. Ibarat orang mah, kena serangan jantung kali, ya?

Ngomongin jasa, tentu si kabel sangat berjasa. Dalam sehari, dia bisa 3-4 kali buat ngecas. Sungguh seutas kabel pekerja keras. Patut dijadikan teladan bagi kabel-kabel yang lain.

Setiap kali ngerasa kehilangan sesuatu kayak gini, biasanya saya langsung teringat lagu bang Haji yang berjudul Kehilangan, "Kalau sudah tiadaaa baru terasaa.. bahwa kehadirannyaa sungguh berhargaa.." (boleh dibaca sambil nyanyi).

Kobel.. eh, kabel ini saya beli sekitar 3 bulan yang lalu. Kalau dilihat kemudian dibandingkan antara merk dan harga, bisa dipastikan kalau kabel ini KW alias tidak original. Pantesan cuma bertahan 3 bulan aja. Nah, misalnya hubungan kamu yang kemarin-kemarin cuma bertahan 3 bulanan aja, bisa jadi ada yang sesuatu yang tidak orisinil di antara kalian berdua. #cocoklogi

Ya sudah, semoga kamu tenang di kehidupan selanjutnya ya, kabel.

Kamu jangan sedih ya, di sana. Pengen sih, ngedoain. Tapi kamu tahu sendiri kan, kalau ada sebagian orang yang menganggap tahlilan adalah perbuatan bid'ah? Lagian, kamu kan bukan manusia. Jangan minta yang aneh-aneh!

Kabel charger vs USB Data

No matter where you are..

wheter it's a quarter mile away
or half way across the world.

You'll be always with me.
And you'll always be my kabel charger.