Libur Panjang Tapi Tak Punya Uang? Ini Solusinya

Salah satu komposisi kehidupan yang kurang pas adalah long weekend yang dipadukan dengan akhir bulan. Seperti long weekend kali ini. Hasrat untuk liburan memberontak, sementara dompet isinya pahlawan berparang semua.

Untungnya (sebagai pribadi yang selalu bersyukur, InsyaAllah, tidak punya uang pun, saya masih merasa beruntung), kemarin sempet download beberapa film di kantor. Meski tergolong tindakan ilegal, lumayan lah jadi ada bahan untuk menghabiskan libur 3 hari. Hehehehe.

Di hari ke dua liburan ini, ada 2 film yang sudah saya tonton; IP Man 3 dan The Godfather 1.

Saya penasaran dengan IP Man 3 karena hadirnya petinju legendaris sekaligus kontroversial; Mike Tyson. Sebagai anak yang lahir dan besar di era 90an, saya dulu cukup sering mendengar nama Mike Tyson. Bukan karena saya penggemar pertandingan tinju, tapi karena acara favorit ayah yang disiarkan pada hari Minggu ini bertepatan dengan jam-jam pemutaran serial kartun. Mau tak mau, saya sedikit banyak tau siapa juara tinju asal Amerika ini.

Meski sudah pernah menonton bagian pertama dan ke dua, saya baru tau kalau ternyata Yip Man, sang Grand Master Wing Chun (diperankan oleh Donnie Yen), adalah guru dari legenda Kung Fu, Bruce Lee, dari seri ke tiga film ini.

Jika seri pertama dan ke dua bercerita tentang penjajahan, maka, pada seri ke tiga ini bercerita tentang perlawanan terhadap investor asing bernama Frank (Mike Tyson), yang ingin menguasai salah satu sekolah untuk dijadikan lahan bisnis. Kebetulan, anak Yip Man menuntut ilmu di sekolah ini.

Mike Tyson Ingin Menguasai Sekolah
Kelingking Mike Tyson Ngetrill

Suatu hari, Frank menyuruh beberapa anak buahnya untuk mendatangi sekolah tersebut, kemudian memaksa sang kepala sekolah untuk menjual sekolah kepadanya. Sang kepala sekolah kekeuh tak mau menjual, sehingga membuat para anak buah Frank marah, lalu merusak properti (yang memang sudah disiapkan oleh kru film) yang ada sambil terus memaksa sang kepala sekolah untuk tanda tangan (atau cap jempol, saya lupa).

Belum berhasil mendapatkan tanda tangan, datanglah Yip Man (entah dapat kabar ini dari mana, padahal pada masa ini belum ada Whats App) yang dalam scene sebelumnya dalam perjalanan pulang menjemput anaknya dari sekolah. Tanpa kesulitan berarti, sang Grand Master mampu menyingkirkan anak buah Frank.

Berbagai cara dilakukan Frank untuk menyingkirkan Yip Man demi memuluskan bisnisnya. Bahkan, pembunuh bayaran dari Thailand pun gagal melaksanakan amanah dari Frank ini.

Karena merasa gregetan, Yip Man akhirnya mendatangi tempat Frank untuk memastikan apa sebenarnya yang diinginkan Frank darinya. Frank dan Yip Man pun akhirnya adu jotos. Tinju vs Wing Chun.

Yip Man Mendatangi Frank
Mau lo apa sih?!

Siapa yang menang? Nggak ada. Karena Yip Man berhasil bertahan selama 3 menit, waktu yang memang diinginkan oleh Frank sendiri. Frank pun akhirnya pulang kampung dengan kepala tertunduk sambil menenteng beberapa kardus berisi oleh-oleh (sumpah, bagian ini nggak ada di film).

Peran Mike Tyson hanya sampai di situ. Menurut saya, aktingnya kaku, dialognya juga nggak kalah kaku. Tapi strategi marketing dengan menghadiran Mike Tyson ini sepertinya berhasil.

Konflik pun muncul lagi. Istri Yip Man didiagnosis menderita kanker. Dokter memperkirakan umur istrinya tinggal beberapa bulan (serem, ya?). Sebagai master kung fu sekaligus suami yang baik, Yip Man menghabiskan harinya untuk menemani sang istri. Mengantar ke dokter, jalan-jalan ke Bekasi, sampai nyuapin makanan setiap hari. Pokoknya Yip Man ini adalah representasi dari pria idaman para wanita, deh.

Di saat bersamaan, Cheung Tin-Chi (asem, susah banget nulisnya), seorang  pria yang juga guru Wing Chun mempunyai ambisi untuk menjadi Grand Master Wing Chun menggantikan Yip Man. Dia merasa bahwa Wing Chun yang dikuasai Yip Man bukanlah Wing Chun asli. Untuk mewujudkan ambisinya ini, Cheung Tin-Chi menantang Yip Man untuk bertarung.

Hingga waktu pertarungan tiba, Yip Man tak kunjung datang. Cheung Tin-Chi pun mengklaim bahwa dirinya adalah Grand Master Wing Chun baru karena Yip Man dianggap kalah. Tapi, Yip Man tidak datang karena alasan yang semua wanita inginkan; menemani saat-saat terakhir istrinya dengan berdansa.

Beberapa hari kemudian, Yip Man mendatangi kediaman Cheung Tin-Chi bermaksud untuk menerima tantangan Cheung Tin-Chi yang sempat tertunda tersebut.

Setelah melalui pertarungan yang cukup sengit, akhirnya Yip Man memenangkan pertarungan ini. Meski keduanya sama-sama menguasai Wing Chun, sepertinya Yip Man berada satu langkah di depan Cheung Tin-Chi.

Yip Man Sang Grand Master Wing Chun
Yes, Menang! Pulang, ah.

Di akhir cerita, istri Yip Man yang cantik dan setia itu meninggal karena kanker yang diderita. Sad ending, nih.

Ini kenapa jadi review film gini? Haha.