Gara-Gara Mikro

Riset. Mungkin berawal dari kata itu. Tergiur tema "mikrobiologi" yang notabene sampai sekarang masih aku gandrungi membuatku rela melepaskan pekerjaan sebelumnya -yang emang gajinya gak cukup (tapi tetep bersyukur aku gak nganggur). Menjelajah kembali rute pulau jawa dari timur ke barat.

Masih sangat bersemangat dengan "mikrobiologi" membuatku tetap rela melepaskan lima bulan. Ya, lima bulan hanya untuk mempersiapkan sebuah riset. Lima bulan berkutat dengan time line yang kenyataannya hanya sebuah format.

Daaan..tibalah hari itu. Dengan sangat bersemangat aku pagi-pagi keluar kosan bersama satu tas travelling dan satu tas punggung menyetop angkot. Langsung naik dengan wajah sumringah. Duduk dibangku paling dekat pintu menikmati hembusan udara pagi Dramaga yang bercampur karbon monoksida. 3/4 perjalanan aku membuka smart-phone jadulku. Memeriksa email. Masuk sebuah email dari dosen penanggung jawab riset. Aku buka dengan senang hati. Dan masih di dalam angkot biru kampus dalam itu sebuah isi email membuatku pias. "Berhubung ibu S tidak dapat hadir pada hari Jumat, maka saya rasa Rosa kesana hari Rabu depan saja."

GLEK.OMG.OTOKEEEEHHHH😱 😱 😱

Udara sejuk Laladon masih terasa. Mengibaskan sumringah dari muka. "Bang, angkotnya balik lagi ke bara kan? Aku ikut muter lagi ya, bang." Pias. "Laah..kenapa mbak? Gak jadi pergi?" *nahan nyesek* "Dosennya baru ngabarin, bang. Gak jadi katanya." *lagu duka cita diputer*

-balik kosan lagi pake angkot yang sama, masuk kamar, tidur-

Hari yang direncanakan-setelah gagal-tiba. Kali ini aku berangkat bareng adek aku. Pagi-pagi berangkat. Bahkan hanya butuh waktu setengah jam untuk mencapai terminal Baranangsiang. Tak tik tuk tak tik tuk. Kami menunggu bis berangkat ke terminal Kampung Rambutan. Setengah jam. Satu jam. Dua jam. Tiga jam. Empat jam. OTOKEEEEEHHHHH! CUMAN KE KAMPUNG RAMBUTAN AKU BUTUH 5 JAM! FINE! CATET! GAK LAGI NAIK BIS ITU!

Sampai di Kampung Rambutan disapa dengan bis yang masih kosong lagi. Fine~

Jadilah kami sampai tujuan, PT. S pukul 4 sore. Meeting yang direncanakan aku ikut hadir, bablas. Alhamdulillah disambut dengan baik. Langsunglah bobok.

Setelah perkenalan, riset mulai berjalan. Cukup kelimpungan. Time line yang aku buat tidak membantu. Ditambah dengan salah satu anggota lab yang "agak sok tahu ini itu". Seminggu, dua minggu, tiga minggu. Ya, sekitar tiga minggu aku long shift. Mulai jam 8 pagi sampai minimal jam 10 malam. Alhamdulillah gak ambruk. Tapi tiba-tiba mimisan di hari pertama mamingan sama ehem. Akhirnya kita mengingat hari itu sebagai malam Minggu berdarah😅.

Semakin berjalannya waktu semua kegiatan semakin bisa ditangani. Celah-celah dipahami. Kesalahan diperbaiki. Pengetahuan bertambah pun dengan persaudaraan. Bertemu dan kenal dengan ciwi-ciwi yang menamakan dirinya sebagai "geng TS" yang entah dari mana ide nama itu muncul. Lebih aneh lagi aku langsung otomatis menjadi salah satu anggotanya. Haft~

Dan kini, tak terasa perjalanan "riset" dipenghujung kontrak. Data telah terkumpul. Pembahasan mulai disusun. Pastinya perpisahan tempat dengan ciwi-ciwi TS tak dapat ter-elak-kan.

Malam ini aku terdiam. Tetiba terpikir hal itu. Akhir dari time line. Di kamar gelap kosan yang sepi ditemani Asus Zenfone Laser2 mengetikkan hal ini pada aplikasi super note-dengan aku yang gaptek.

Mengingat itu semua membuatku tersenyum tipis. Semua kesebelan yang pernah terasa, hiruk pikuk yang melelahkan, cuapan-cuapan yang menjengkelkan, hanya sebuah cara Allah untuk mengajarkan. Dan aku yang bodoh baru tersadar sekarang. Mengapa aku tidak lebih berlapang hati dan berprasangka baik agar aku lebih cepat memahami? Terdiam sejenak. Merenungkan yang terjadi. Ternyata Allah sedang mengajarkan untuk menjadi sabar, memahami, menghormati, menyayangi, jujur dan yang paling utama adalah bersyukur..

Waw..udah hampir tengah malem nih..

Terima kasih banyak Allah, kepada bu Ratih, bu Sul, PT. SGFM khususnya divisi lab mikro, apalagi geng TS, adekku, ehem-ku dan yang utama mama sama ayah. Semoga apa yang semua aku lakukan bermanfaat dan berkah.. Aamiin..





Jadi, rajin-rajinlah berprasangka baik. Lenyapkan semua pemikiran negatif. Minimalkan keluhan. Hadirkan senyum kesabaran. Lapangkan hati agar ikhlas. Karena dibalik kesusahan yang kita rasakan, kekhawatiran, penat, dongkol, manyun, ada hikmah yang sedang Allah ajarkan. Hal terbaik dari Allah yang tengah diturunkan. Keep smile and spirit! 😉.

- RRA

22 komentar

Ini yang nulis RRA? Siapaaaa? Ehem-nya Renggo bukan sih?

Kasian udah 3/4 jalan malah balik lagi :D

kasih kode2 dong yang mana ehemnya... apa kita disuruh nebak2 nie, ada hadiahnya gak nie

kasih kode2 dong yang mana ehemnya... apa kita disuruh nebak2 nie, ada hadiahnya gak nie

Ini kayaknya bukan bang Renggo yang nulis deh. Hmmmm...
Blognya dibajak atau gimana, bang?

Dibajak bang? Bukan Renggo bgt tulisannya

Bukan dibajak, emang lagi ga ada bahan buat nulis XD

Emang bukan tulisanku, hehe. Koreksi dong kurang gimana :D

Sapa yang nyuruh nebak -__-

Dari awal baca nggak ngeh ini renggo bukan apalagi lihat gambarnya sejak kapan renggo suka selfi? Oh guest Blogger

Nice Information
http://obatginjalbocorterampuh.blogspot.com

btw, itu dedeknya lumayan juga nggoh hehe

Lho, ini lo sebenernya orang bogor? Kok gue baru sadar ya? ._.
Eh, apa si RRA itu yang anak bogor?

dosen oh dosen, lumayan ongkosnya kan bisa beli minum *tipeorangirit :-)

ehem-nya yang mana tuh? itu adik-nya adik ketemu gede ya :D

RRA. Hmmm

Dari awal memang udah yakin kalo yg nulis ini bukan bg Renggo :D

Iyah, banyak-banyaklah berprasangka baik walaupun kadang udah di tengah jalan pengen udahan aja. Tapi kalau kata orang bijak, "Hasil tak akan mengkhianati usaha"
Hehehe

Pilih 'Anonymous' atau 'Name/URL' di 'Comment as' jika profil untuk berkomentar tidak ada. Terima kasih telah meninggalkan komentar.
EmoticonEmoticon