Catatan Akhir Ramadhan

Juni adalah bulan paling nggak produktif selama saya berkecimpung di dunia blogging. Satu bulan kemarin, saya nggak nulis sama sekali. Sempet publish satu artikel ding, itu pun sponsored post yang isinya tentang cara memilih mukena, haha. Sempat jadi kontroversi hati karena temanya nggak sesuai dengan kompetensi saya. Biarin deh, daripada sebulan nggak ada postingan. Selain katanya jelek buat tumbuh kembang blog, hasil sponsored post ini bisa buat beli pulsa.

Sekarang kita masuk 10 hari terakhir puasa. Ada beberapa catatan nggak penting-penting amat yang harus saya tulis di sini.

Pertama, akhirnya saya beli peci. Iya, seumur-umur baru kali ini saya beli peci. Nggak tau kenapa saya males aja shalat pake peci.

Ariel Pakai peci
Ariel pake peci - malesbanget.com

Dulu pernah hampir beli peci waktu main ke Monas malem-malem. Waktu itu masih banyak banget Pedagang Kaki Lima menjajakan diri dagangannya. Sempat negosiasi namun batal karena satpol PP datang untuk merazia PKL. Dari ekspresi mukanya, tampak ibu-ibu yang jualan peci itu panik banget. Kasian juga, sih. Tak mau larut dalam kesedihan karena melihat si ibu panik, saya memutuskan ambil langkah seribu alias pergi. Ya gimana, nggak bisa bantu apa-apa.

Ke dua, sampai hari ke sekian puasa ini, kayaknya malaikat penjaga masjid masih asing banget sama muka saya. Terhitung baru dua kali saya shalat taraweh di masjid, hehe. Hari pertama ke masjid masih semangat karena peci baru, sedangkan hari ke dua kemarin untuk sekalian bayar zakat. Hayo, kalian udah bayar zakat belom?

Ke tiga, lebaran kali ini rencananya bakal dirayain di Jakarta. Kalo emang di lauhul mahfudz tertulis demikian, ini merupakan lebaran ke dua saya di Jakarta. Walaupun lebaran tinggal beberapa hari lagi, saya kok sama sekali belum ada niat buat beli baju baru. Apakah ini pertanda penuaan dini?! Wallahu alam.

Oya, mungkin sampai lebaran nanti saya belum nulis lagi. Jadi minal aidzin-nya sekarang aja kali ya?

Mohon maaf lahir dan batin ya, bloggers!